I'm not a pro but every time I had a trip, I bring my Camera with me. I don't wanna lose any opportunities to capture great moments around. When I went to Umang Island for Outing with my work-mates, I did capture some beautiful sceneries. Here's my favorites

Is it sunset? no it isn't. It is sunrise, baby.

The sun is about to rise

getting up

Place where we stayed 

Beautiful sea, but a lot of rocks

Here you go the sunset
 
 getting purple, love it :)

I took those photos in 2011, I will never forget my trip to Umang. Beside its beautiful scenery, on the noon, sunrise and sunset. I can't forget about my 6 hours trip on the bus, with not-so-smooth-road-along-the-way. Super tired, hahahahha,

*edited May 15th 2013, Yeaaayyy now it's official SEA Aquarium is The World Largest Aquarium and The World largest Single Panel Acrylic :)

Tahun lalu udah sempat main ke aquarium dengan panel kaca akrilik terbesar di dunia yang berada di Dubai Mall, Dubai. Nah tahun ini tepatnya Februari lalu, saya berkesempatan mengunjungi aquarium terbesar di dunia yang baru aja buka Desember 2012 lalu S.E.A Aquarium di Sentosa Island, Singapura. Awalnya sempat bingung dengan lokasi si Aquarium. Tapi pas inget kalo tempatnya bersebelahan bahkan terhubung dengan museum maritim baru deh ngeh letaknya.

Untuk masuk ke museum ini kita harus masuk ke museum maritim dulu, saat ini semua tiket yang dijual sudah termasuk tiket ke museum, bahkan ketika saya kesana tidak ada pemeriksaan tiket untuk masuk ke museumnya. Eh? berarti sebenarnya bisa masuk gratis ini ke museum maritim, heheheh.

Karena saya sebelumnya sudah membeli tiket secara online ke website resort world sentosa, jadi lumayan menghemat waktu ngantri untuk beli tiket di loket. Untuk pembelian tiket hari kerja (weekday) sudah termasuk juga tiket untuk Typoon Teater, sedangkan untuk tiket hari libur atau akhir pekan (weekend) belum termasuk. Well, meskipun tiket saya seharusnya meliputi Typonn Teater, tapi tetap saja tidak bisa masuk dan menonton teaternya, kebetulan saat itu ada sedang ada perbaikan sistem *sedih*.

Ramah, satu kata itu memang cocok banget disandang warga yogyakarta. Bagaimana tidak, hampir disetiap kesempatan kami bertanya hal apapun ke penduduk lokal, didaerah wisata, di jalanan, sekitaran hotel, bahkan via twitter. Warga Yogya ini dengan antusias menjelaskan dan membantu kami. Awalnya saya memang berencana mengajak teman-teman untuk mengunjungi beberapa situs candi, yang tidak hanya mereka, sayapun belum pernah mengunjungi tempat tersebut.

Berbekal dari info via mention di twitter saya @geretkoper , info orang hotel dan kehebatan supir kami, tidak memakan waktu lama, kami sampai di Candi Ijo yang ternyata tidak jauh dari Candi Ratu Boko. Candi Ratu Boko sudah pernah saya datangi di trip sebelumnya dengan menggunakan jasa travel yang ada di Candi Prambanan. Perjalanan ke Jogja saya sebelumnya lebih hebat, karena dilakukan tepat hari Pertama dibukanya kembali Bandara Adi Sutjipto setelah letusan gunung Merapi di tahun 2010.
Minggu lalu, saya dan beberapa teman pergi ke Jogja untuk liburan. Liburan boleh terbilang singkat, tapi itinerary harus tetap maksimal, trip kali ini kami memutuskan untuk explore jogja. Kita ga boleh dateng ke tempat-tempat tujuan utama wisata jogja *oke kecuali malioboro dan tempat oleh2 lain*


Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke beberapa pantai di area tenggara Jogja, tepatnya didaerah gunung kidul. Awalnya tujuan utama kami adalah Pantai Indrayanti berbekal dari info teman-teman, yogyes.com, tweet teman2 di @jalan2 dan @jogjaupdate. Tapi setelah hampir 2 jam perjalanan Adisutjipto - Pantai Indrayanti, kami memutuskan mampir ke Pantai Sundak terlebih dahulu, meskipun sebelum P.Sundak ada pantai-pantai lain seperti P. Krakal, P. Drini.


Akhir bulan Februari kemarin, saya berkunjung kembali ke Singapura. Sepertinya udah dikutuk sama Merlion supaya bulak-balik terus kesana nih, hahahahah

Dan untuk pertama kalinya saya mendatangi Art Science Museum yang terletak di depan Marina Bay Sands Mall. Kebetulan saat itu sedang berlangsung exhibition "The Are of The Brick" sebuah pameran lego yang diprakarsai Nathan Sawaya. Pameran tersebut berlangsung dari 17 November 2012 - 26 Mei 2013.

Untuk masuk ke pameran tersebut pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar S$15 untuk dewasa, S$9 untuk anak-anak dan S$14 untuk pengunjung dengan usia > 65 tahun.

Exhibition tersebut terletak di lantai 3 Art Science Museum, sebelum masuk kami sekeluarga sempat diminta oleh staff museum untuk berfoto dengan back drop acara dan beberapa alat peraga Lego, hihihihi meskipun ujung-ujungnya kami jadi membeli foto tersebut seharga S$15, sebenarnya kalo ngga mau dicetak juga bisa, tapi kata bokap, "Udah gakpapa dibayar aja, kasian mba-mbanya udah fotoin tadi" Oke dad, kita bayar aja fotonya :)

Pameran dibagi dalam beberapa ruangan, disetiap bangunan atau patung yang dibangun dari Lego tersebut terdafat papan petunjuk nama yang berisi info judul, waktu pembuatan, lama pembuatan dan berapa banyak lego yang digunakan untuk membangun benda tersebut.

Ruangan yang paling saya sukai adalah ruangan "build a brick", dimana terdapat tempat untuk membangun lego sesuai dengan keinginan kita, menulis pesan singkat di memo yang ditempel di dinding hingga papan refleksi kaki yang dibangun dari lego.

Here are the snapshots of the exhibition:



contoh papan petunjuk


Suka banget sama parthenon yg dibangun dari Lego ini


Art Science Museum in Lego version

salah satu patung yang disampingnya memang disediakan kursi untuk berfoto bareng



Ini dia papan pijat refleksi kakinya

Lego Icon, time to time

Welcoming March

Need freebies in Singapore? Why don't you visit Civil Defence City Gallery?