Travelmate need? or no need?

Jujur saya sendiri bukan tipikal orang yang bisa solo travelling, hampir semua perjalanan yang pernah saya lakukan pasti bersama teman atau keluarga. Sekalipun dari Jakarta pergi sendiri, sampai di tempat tujuan biasanya ada yang menemani. Buat saya sendiri, selain sebagai teman selama perjalanan, mereka juga bisa jadi orang yang mengingatkan, sumber informasi dan memberi ide lain selama perjalanan. Kenapa saya butuh orang yang memberikan ide lain selama perjalanan, karena rasanya egois jika harus saya melulu yang menentukan tujuan destinasi. Ketika ada teman perjalanan, dia juga akan ikut memikirkan tempat-tempat lain yang mungkin diluar pemikiran kita, yang ternyata lebih seru dari tempat yang kita mau diawal. aya juga butuh orang yang bisa ikut memikirkan PLAN B, ketika PLAN A kita terancam gagal oleh sesuatu hal. Biasanya dengan diskusi hal-hal seperti itu bisa dengan cepat teratasi kan?

Gadang Clock Tower

As a full time employee I have a limited leave from the office. So, when I run out leave, all i can do is arrange a trip during weekend. YES WEEKEND, it's only two days, SATURDAY and SUNDAY, too fast huh? tell me about it :)). Well, It really happened on my trip to Padang - Bukit Tinggi on last July. I better called it "accompany my mom trip" even she stayed there for a week :((, life is unfair, yeaah sometimes .

Begini deh jadinya, nasib pekerja kantoran yang sudah kehabisan cuti semenjak dipertengahan tahun. Jala-jalan yang saya lakukan setelah pertengahan tahun rata-rata dilakukan di akhir pekan.Iya beneran Sabtu - Minggu aja jalan-jalannya. Dan hal tersebut benar terjadi pada trip saya ke Padang - Bukit Tinggi juli lalu, ketimbang jalan-jalan mungkin lebih cocok ini disebut nemenin mamah kerja di akhir pekan (bahkan si mamah seminggu disini).

During this SUPER short trip, I spent my first day in Bukit Tinggi (around 2 hours by car from Padang) and second day in Padang (this is a capital city of West Sumatera). Fortunately, I got local guide who is my mom friend, he accompanied me to travel Bukit Tinggi a whole day. He told me everything he knew from his city, from the history, buildings, landscapes, national figures and many more.

Selama perjalanan singkat ini, hari pertama saya habiskan di Bukit Tinggi sedangkan hari kedua di Padang. Beruntung ada teman kantor mamah yang sudah bebas tugas dan bersedia menemani jalan-jalan menyusuri kampung halamannya.




Hello this is a guest post from my beloved friend Judith :), you can also read the story on her blog


The Umbrella Road is located in Agueda, a small city in Portugal. I always dream to go there, since the first time I saw the pictures somewhere online. It wasn’t so famous until it was discovered a few years ago – well that’s as far as I remember. The Umbrella road is opened from July to September, perhaps this is something that should be mentioned due to travel plans. Though its not as popular as other tourism spot around Europe (not yet!) – I think due to lack of publication (there isn’t any souvenirs in Agueda regarding Umbrella Road) but the view is amusing. I hope someday someone will start making one! It’s a good start that the street next to it has quite a decent bistro. Anyhow, Portugal in general, has a very amusing view. If you travel from Europe, Ryan Air has cheap offers from time to time (to Porto- a city nearby), you just have to be patient enough to regularly check their cheap flights.

Pergi jarak dekat tapi ga mau repot bawa-bawa SLR, biasanya yang jadi penyelamat saya adalah handphone yang saya bawa. Mungkin tidak sebagus kualitas gambar yang dihasilkan SLR, tapi mengabadikan gambar dengan mobile device bisa menjadi hal yang menyenangkan. Kadang ada aja sebuah perjalanan singkat yang membuat kita enggan membawa pocket camera atau SLR, bisa disebabkan oleh banyak hal, dari repot, segi keamanan atau juga memang kelupaan bawa. 

Yuk coba memaksimalkan mobile photography, ada beberapa plus minusnya sih. Plusnya sudah pasti light alias ringan, mobile phone biasanya sudah menjadi barang yang wajib dibawa ketika keluar rumah, settingan auto yang bisa membuat kita mengambil gambar dengan cepat tanpa sibuk setting sana sini terlebih dahulu, user friendly pernah mengalami kesulitan ketika meminta orang lain mengambil gambar dengan menggunakan SLR yang kamu punya? saya sering =.=


5footway.inn Project Bugis

Beberapa kali berkunjung ke negara tetangga, Singapura, saya selalu menginap di hostel, bukannya anti Hotel tapi lebih kesebuah bentuk penghematan bujet, hihihi. Ketika itu pilihan saya jatuh ke 5footway.inn grup dan memilih 5footway.inn project Bugis, Kenapa? karena ketika saya cek lokasinya sekitarnya, banyak tempat yang belum pernah saya explore, seperti Haji lane, Mesjid Sultan, Arab Street dan Malay Heritage Centre. Lokasi hostelnya sendiri ada di 10 Aliwal Street.

Sebenarnya lokasi ini masih bisa dicapai dengan berjalan kaki, bisa dari stasiun MRT Bugis ataupun Lavender, tapi saya yang terbiasa menggunakan web aplikasi penunjuk arah di gothere.sg menemukan halte bis terdekat dengan hostel hanya tinggal berjalan 100 meter.

Dengan menggunakan bis 107 atau 107M dari halte Lavender MRT (01319) dan turun di halte Sultan plaza (2 stops) tinggal menyebrang jalan, masuk gang sedikit, dan voila sampai di Hostelnya. (Updated 15 May 2014 - Untuk yang mau jalan kaki bisa dari MRT Bugis menuju ke daerah haji lane dari situ aliwal street sudah mudah dicari *lumayan dekat dengan Masji Sultan dan Malaysian Heritage Center*)
Perjalanan saya ke Dubai memang sudah hampir setahun yang lalu, tapi belum bisa move-on dari tempat ini sepertinya (semacam terjebak nostalgia). Tata kota yang rapi, arsitektur yang cantik masih melekat kuat diingatan saya. Satu tempat yang tidak bisa hilang dari ingatan saya adalah "Souk Madinat Jumeirah", "Souk" disini artinya Pasar atau tempat perbelanjaan. Lokasinya Madinat Jumeirah ini dekat pantai dan Burj Al-Arab, salah satu bangunan ikonik di Dubai.

Sebenarnya tempat ini buka dari siang hingga tengah malam, namun saya mampir ke tempat ini pada malam hari. Dikarenakan kakak senior di tempat internship saya dulu, yang ketika itu jadi lokal giude saya enggan untuk keluar Dubai pada siang hari, PANAS katanya, hihihihihi. Padahal ketika itu, cuaca Dubai lumayan bersahabat karena sudah hampir menuju ke musim dingin.  

Hey welcome to Souk Madinat Jumeirah

Entrance Gate