Thursday, May 15, 2014

Mesjid Merah - Putra Jaya

Mesjid Merah Putra Jaya

Berawal dari postingan seorang teman di blog travelnya tentang Mesjid Biru di Shah Alam-Malaysia, saya langsung teringat akan Mesjid Merah di Putra Jaya dan berjanji akan mengunjungi tempat tersebut apabila mengunjungi Kuala Lumpur lagi. Beruntung, pertengahan April lalu saya pergi lagi ke Kuala Lumpur berkat tiket promo Airasia *senyum lebar*.

Jujur perjalanan saya kesini sebenarnya semacam bonus trip, seharusnya saya hanya 4 hari bertualang di sekitaran Kuala Lumpur, namun berhubung flight pulang saya dicancel oleh maskapai pujaan hati saya, jadinya saya mereschedule flight ke hari esoknya. 

"Waduh, nambah satu hari yah? mau kemane lagii nih?" pikiran semacam ini sudah ada dari seminggu sebelum saya berangkat, beruntung sepupu saya yang bekerja di Kuala Lumpur mau menemani saya bertualang dan dia juga yang mengajak saya ke Putra Jaya *yeyeyeeeeyy nambah satu lagi list kota di Malaysia yang sudah saya kunjungi*

Sebenarnya perjalanan menuju Putra Jaya dapat ditempuh dengan menggunakan bis langsung dari Terminal Puduraya atau dari Bandar Tasik Selatan, tapi tempo hari saya diajak menggunakan KLIA transit untu menuju Cyber Jaya dan Putra Jaya. Sepanjang perjalanan, saya berusaha sekuat tenaga memedam rasa norak dan malu-maluin didalam kereta. *abis nyaman banget sih keretanya, mesem-mesem sendiri dan buru-buru masang earphone*

Putra Jaya merupakan kota pusat pemerintahan di Malaysia semenjak tahun 1999, letaknyapun tidak begitu jauh dari bandara. Pusat pemerintahan dipindahkan ke tempat ini dengan pertimbangan Kuala Lumpur saat itu sudah terlalu penuh dan macet. Menyenangkannya lagi, begitu memasuki wilayah Putra Jaya kita akan disambut perumahan yang teratur (kalo di Indonesia semacam cluster gitu) dan bangunan kantor-kantor pemerintah yang didesain sangat baik. Berasa seperti mengitari sebuat maket perumahan versi raksasa deh :)

Nama asli mesjid ini adalah Mesjid Putra, kubah besar berwarna merah yang terdapat di bangunan utama mesjid inilah yang kemudian membuat Mesjid ini dikenal dengan sebutan Mesjid Merah dan menjadi objek wisata paling terkenal di Putra Jaya. Lapangan didepan Mesjid ini biasa digunakan oleh warga sebagai tempat kumpul-kumpul di sore hari atau pasar kaget, banyak yang jualan mainan anak, baju, hingga minuman dari bagasi mobil mereka. Ada juga wilayah lapangan yang dijadikan tempat penyewaan kereta-keretaan dan mobil-mobilan. (persis pasar kaget di Jakarta kan?)

Untuk pengunjung wanita yang tidak menggunakan hijab (jilbab) tidak perlu khawatir, pihak Mesjid menyediakan jubah berwarna merah yang dapat dipinjam di pintu masuk Mesjid. *bersaa red riding hood loh*. Fasilitas yang dimiliki Mesjid ini juga tidak tanggung-tanggung, selain ada wifi gratis di areal Mesjid, ada juga lift yang dapat digunakan dari dan ke tempat wudhu (pria dan wanita terpisah). Sepertinya pemerintah Malaysia benar-benar serius dalam memfasilitasi mesjid-mesjid di wilayahnya sehingga tidak sedikit mesjid-mesjid mereka yang menjadi tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun mancaranegara. Ahh jadi ingin bikin trip wisata religi di Indonesia juga deh.

Selain mengitari kompleks Mesjid, para pengunjung juga bisa menikmati angin sepoi-sepoi disepanjang jembatan dipinggiran Danau Putra Jaya yang merupakan danau buatan. Ada beberapa wisata air juga yang ditawarkan di tempat itu loh, sayang harganya sedikit mahal buat saya (batal deh naik perahu).


  


Foodcourt di luar Areal Mesjid
Eh iya, ga perlu takut kelaparan, selain banyak yang jualan makanan ringan di lapangan depan, di samping areal mesjid terdapat Selera Putra, sebuah tempat semacam Foodcourt yang menjual berbagai jenis makanan, dari melayu, india, hingga Chinese food.

Wisata di Kuala Lumpur tidak melulu harus wisata belanja kan? ternyata wisata mesjid ini juga menyenangkan, ditambah lagi transportasinya yang mudah sehingga membuat wisatawan tidak ragu untuk melakukan perjalanan ke kota-kota lain di Malaysia. Masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi di sekitara Kualan Lumpur, diantaranya Colmar Tropicale, Cameroon Highlands dan Shah Alam (semoga masih diberi kesempatan dilain waktu).

Look what I've found!!

Miniatur Mesjid Putra di Legoland :D

8 comments:

  1. salah satu mesjid yg aku sukaaa... Pernah sekali sholat di sini, trs lanjut makan di salah satu restoran, tp lupa namanya... Cuma aku ttp inget krn di situ aku pertamakali ngerasain nasi warna biru... ;) dan lumayan enak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iyaa bener, ada nasi biru waktu liat menunya jadi inget nasi biru di resto tjap toean hihihihi, tapi waktu disana aku makan nasi briyani sih buanyaaak benerr porsinya kak, hahahah

      Delete
  2. Megah banget -,- pasti adem banget tuh... :D mesjid apung nih...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaah, adem banget di dalam, padahal ga pake AC hanya ada beberapa kipas angin besar di langit-langit. eh iya itu langit-langitnya juga tinggi jadinya banyak angin masuk.

      Ini bukan mesjid apung tapi lokasinya persis di samping danau buatan gitu

      Delete
    2. Di ternate aja mesjidnya ada pinggir pantai udah maauk on the spot sebagai " 7 mesjid apung di dunia " ( padahal yang di ternate gak ngapung :D )

      Delete
    3. haahhahaha pendoponya tapi di atas air ga? di Ternate nyari pantai yg air lautnya bening masih gampang yah fi ? :(( pengennn

      Delete
  3. mana foto pake jubah meraah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. terlalu excited, sampe lupa foto jubahnyaa

      Delete

Thank you for comment :)