Wednesday, July 23, 2014

Sri Mariamman Temple - Singapore


Daerah Chinatown di Singapura terkenal dengan pusat berbelanja sovenir murah dihampir setiap sudutnya. Selain lokasinya yang mudah pilihan sovenir yang ditawarkanpun beragam. Apabila kita menuju ke sana menggunakan mrt, turun di stasiun Chinatown dan keluar di exit A dan voila mata kita pasti langsung tertuju ke para penjaja sovenir. Ruko atau Shophouse yang berada di areal ini juga sangat kental unsur kebudayaan China. Tapi jangan salah siapa bilang hanya unsur kebudayaan Chinese aja yang ada di sini, di tempat ini tidak hanya 1 melainkan terdapat 3 bangunan keagamaan yang juga merangkap bangunan kebudayaan.


Buddha Relic tooth temple, Mesjid Jamae Chulia dan Sri Mariamman Temple berada di area yang sama, bahkan berada di sepanjang jalan yang sama yaitu South Bridge Road. Ini menunjukan bahwa Singapura menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dan keberagaman budaya.

Bangunan, ukiran-ukiran dan patung yang berada di areal Sri Mariamman Temple sangat menarik dan penuh warna dan membuat saya tidak pernah bosan meskipun sudah berkali-kali mengunjungi tempat tersebut. Memasuki tempat ini tidak dipungut biaya alias gratis, namun ada biaya untuk kamera (lupa harganya). Hingga saat ini, tenpat ini masih aktif menjadi tempat peribadatan agama Hindu, oleh karena itu pengunjung yang datang diharapkan untuk tidak membuat kotor dan kegaduhan di areal temple. Eh iya, alas kaki juga harus dibuka dan disimpan di tempat yang telah disediakan.

Apa yang menarik dari tempat ini?

Mungkin yang paling eye catching adalah pintu masuk utamanya. Menara 6 tingkat yang berada di pintu masuk ini dipenuhi ornamen dan patung-patung dewa. Pintu masuk ini biasa disebut gopuram dan hanya ini pintu masuk yang diperbolehkan untuk para pengunjung. Sebenarnya ada pintu lain di samping temple ini, tapi hanya dibuka pada saat acara-acara tertentu atau untuk kebutuhan umat yang beribadat saja. Menara 6 tingkat ini ternyata hasil renovasi kuil di tahun 1925, sebelumnya hanya ada 3 tingkat saja.

Sewaktu pertama kali mampir ke tempat ini sebenarnya saya sendirian, namun banyak group tour yang wara-wiri kebetulan ada beberapa yang menggunakan bahasa inggris, jadi deh saya pura-pura ikut mereka sambil sekali-kali mendengar penjelasan tour leader mereka.

6 tingkat Ghopuram

Sapi - Hewan suci umat Hindu


Beberapa patung baru selesai di cat ulang


Salah satu kuil yang berada di dalam


Sang Tour leader sempat menunjukan patung-patung yang melambangkan Dewa Murugan dan Dewa Khrisna di gopuram. Berdasarkan hasil nanya kanan-kiri dan mencari di wikipedia, ternyata Dewa Murugan adalah Dewa Perang yang merupakan anak dari Shiva dan Parvati. Nama Sri Mariamman ini sendiri diambil dari nama Dewi Hujan / Dewi Mariamman yang juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit.

Beranjak masuk ke dalam, terdapat sebuah pelataran yang diapit oleh dua patung Rama dan Murugan yang biasa digunakan untuk beribadah hingga acara pernikahan. Ruang utama ini dipenuhi dengan ornamen-ornamen dewa dewi umat Hindu serta hewan-hewan mystical. Di bagian belakang dan di sekitaran pelataran banyak terdapat kuil-kuil yang didedikasikan untuk menghormati dewa-dewa. Diantaranya Durga, Ganesha, Drupadi, Aravan, dan ada beberapa lagi yang saya tidak ingat namanya. Di areal Kuil Sri Mariamman ini juga banyak terdapat patung-patung sapi yang dianggap hewan sakral oleh umat Hindu.

Berbicara tentang pernikahan, kebetulan waktu itu saya menginap di 5footway.inn project Chinatown 2 yang letaknya hampir persis di depan bangunan ini. Di malam hari tiba-tiba ramai orang membawa tandu dan banyak mobil dihias bunga warna-warni serta lampu-lampu, warga sekitar sempat ikut ramai memadati kuil ini. Karena penasaran saya kemudian mendekat dan bertanya-tanya ada perayaan apa di tempat tersebut. Ahhh, ternyata sedang diadakan upacara pernikahan bahkan lagu-lagu bernuansa India terdengar sangat kencang dari sebrang jalan. Perayaan dan musik-musik yang dimainkan di malam itu persis dengan tipikal upacara pernikahan ala India yang biasa saya lihat di film-film India. Sayang saya tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam kuil dikarenakan acara tersebut tertutup, padahal pasti seru yah.

Menarik yah kuil ini, btw Ada yang sudah pernah melihat upacara pernikahan adat di Negara lain?  

16 comments:

  1. waktu ke sini cuma di pintu depan aja m, nggak sempet masuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo lain kali pas mampir ke sini dicoba masuk ke dalam :) seru loh

      Delete
  2. Kebudayaan hindu benar-benar tersebar dimana-mana... hebat juga tempatnya besar sekali... saya jadi ingin kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya tidak terlalu besar sih fi, tapi memang seru yang lihat kebudayaan-kebudayaan gini :) selalu ada cerita menarik dibaliknya

      Delete
  3. iya mei, wisata tempat ibadah itu sama serunya dgn wisata theme park ato yg lain... kalo ke kuil aku suka tuh nyiumin wangi2 dupa nya yg kdg tajem, tp sbnrnya masih enak untuk dicium.

    ato ke vihara, ga bisa ngelewatin melihat patung2nya yg besar malah kdg ada mummi yg diawetin juga..

    mesjid ama gereja biasanya menarik krn ukiran2 tiang ato kubah nya.. trs aura masuk kedalam itu jg beda bgt.. terasa sejuk dan damainya kalo msk k mesjid ato gereja itu..

    makanya aku ga prnh keberatan klo ikutan wisata tempat ibadah gini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah kak aku juga suka banget mampir-mampir candi, kuil, pura, gereja sama masjid. Masjid yg di Putrajaya kemarin aja sukkkaaaa

      di cibinong sini ada klenteng juga, pengen deh masuk ke dalam, boleh ga yah?

      Delete
  4. ku juluki dengan Pintu gerbang kumpulan para dewa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah :)
      banyak banget patung dewa dewanya

      Delete
  5. sekilas mirip sama temple2 di kl ataupun di medan, atau emg temple semuanya begitu ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, kayaknya memang hanpir disetiap negara ada Sri Mariamman Temple deh, nah aku baru tau malahan kalo di Indonesia ada di Medan, heheh *belum pernah ke Medan soalnya*

      wah boleh nih dimasukin ke bucket list aku kalo ke Medan :) thanks Infonyaa

      Delete
  6. Ih lucu tempat nya, bolak balik kesana tapi kok selalu ngak merhatiin yg ini :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo main ke sini lagi, ini sederetan sama Mesjid Chulia, dari exit A cuma lurus sampe mentok ada disebelah kanan :D

      Delete
  7. saya sempat masuk dan diizinkan mengikuti ritual persembahan di pagi hari. memang jika ke kuil ini pasnya di pagi atau sore hari. ada ritual-ritual yang terbuka dan pengunjung jika tertarik boleh ikut bergabung dan memotret.

    orang-orang Tamil memang khas dalam membuat kuil, dengan ornamen warna-warni dan tinggi serta wajah dewa-dewi yang ceria. ini berbeda misalnya jika dibandingkan dengan kebudayaan Hindu dari nusantara. sayangnya, di Asia Tenggara kebudayaan ini tidak tersebar luas, hanya di Semenanjung Malaya dan sebagian Sumatera.

    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sewaktu kemarin ke sini juga beruntung ngikutin kelompok yang ada group tour dari Inggris gitu, jadinya bisa dengerin sedikit-sedikit tentang cerita kuilnya. Soalnya pas pertama kali sendirian ke sini bingung juga mau nanya-nanya ke siapa :(

      Penasaran sama kuil serupa di Medan dan di KL juga sih

      Delete
  8. Walah, baru ngeh kalau bisa masuk juga ke kuil yang ini :| dulu cuma lewat, terus foto sapi yang nangkring diatas itu -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah jadi kepo pas ngelihat si patung sapi yang ada di pagoda street begitu keluar dari MRT, terus jadi beneran masuk ke dalam :)

      Delete

Thank you for comment :)