Tuesday, November 4, 2014

[Gak Jadi] Ngolong di Cu Chi Tunnel

"Ini tournya ga mesti harus ngolong di terowongannya kan yah?"
"Yah gue ga tau, tapi kan namanya juga ke Cu Chi Tunnel, ini kita mau ke tunnelnya"
"Kalo gue ga muat terus gimana dong?" *kemudian hening*

Masih jauh dari Cu Chi Tunnel aja (dibaca: Ku Ci) saya udah bulak balik sibuk kepikiran akan tempat yang akan saya kunjungi ini. Jadi kalo dibaca-baca di beberapa blog travel atau hasi googling, katanya tunnel alias terowongan ini adalah tempat persembunyian vietkong jaman dulu waktu masih perang melawan tentara Amerika. Yang langsung terbayang dibenak saya adalah besarnya terowongan tersebut, sambil melirik ke pemandu lokal saya yang sejatinya memang orang vietnam asli. Postur tubuhnya sudah kecil menurut saya, tapi di tengah perjalanan beliau sempat bercerita bahwa jika dia tinggal di masa peperangan kemarin kemungkinan dia tidak akan selamat karena tidak akan muat masuk ke terowongannya, kemudian saya dan Wenny mulai lirik-lirikan.

Sebenarnya perjalanan saya ke Saigon atau Ho Chi Minh City kala itu kami atur sendiri tanpa agen perjalanan, namun begitu sampai hotel dan membaca selebaran tur lokal yang hanya $10 tapi sudah Full day trip Cao Dai Temple + Cu Chi Tunnel prinsip ekonomi di otak saya langsung mengkalkulasikan bahwa it was a good deal dan saya pasti ga mungkin bisa hanya mengluarkan $10 jika memaksakan untuk berkendara atau mengangkot menuju Cu Chi Tunnel, belum lagi waktu perjalanan yang bertambah panjang gara-gara nyasar dulu nantinya. Sehari sebelumnya saya dan teman-teman juga ikutan tur lokal $10 trip Mekong Delta hopping island ke provinsi Ben Tre dan My Tho.

Kembali ke Cu Chi Tunnel, begitu bis selesai parkir di parkiran tempat wisata tersebut saya memberanikan diri bertanya ke guide persis setelah turun dari bis.
"Ini semuanya harus masuk ke terowongan?"
"Ga harus semua kok, boleh juga kalo mau ga masuk terowongan"
*seperti kemarau panjang yang dijawab oleh hujan seharian, hati dan pikiran saya langsung plong seketika mendengar jawaban si mas-mas guide yang saya lupa namanya ini (dia jawabnya pake bahasa inggris, saya juga nanyanya pake bahasa inggris agak dialek Sunda lah* 

Awalnya kita diajak menuju semacam barak yang agak menjorok ke bawah tanah, semacam basement dengan atap yang dibuat dari rumbai-rumbai daun kering (daun kelapa rasanya). Diajak menonton film tentang sejarah Ho Chi Minh dan masa kelamnya saat perang Vietnam kala itu, untungnya film dibuat lumayan menarik dengan durasi yang tidak terlalu lama (karena kalo lebih lama lagi, saya yakin pengunjungnya sudah tertidur pulas). Tur guide saya yang di bis tadi ternyata juga menjadi guide di dalam areal Cu Chi Tunnel loh, beliau bisa menjelaskan dengan detail tentang Cu Chi tunnel ini, mulai dari proses pembuatannya, mengapa terowongan ini dibuat berliku, ada ruang-ruang apa saja di dalamnya, menjelaskan jebakan-jebakan tradisional yang dibuat oleh masyarakat sekitar untuk melawan tentara Amerika hingga beberapa cerita sedih dibalik peperangan ini.

Ini tempat menonton filmnya

Maket Cu Chi Tunnel, kira-kira seperti itulah


Daerah objek wisata ini terbilang cukup luas, dan hingga saat ini juga masih berbentuk lingkungan hutan besar namun dibeberapa tempat sudah dibuatkan path untuk para pengunjung dan fasilitas pendukung lainnya. Mas Guide ini dengan berapi-api menjelaskan satu persatu macam-macam jebakan yang pernah dibuat oleh vietkong pada masa perang dulu. Mulai dari jebakan di atas tanah, di bawah tanah, sampai yang dibuat di belakang pintu. 

Salah satu jebakan yang ada di sana

Ada juga replika terowongan Cu Chi Tunnel sepanjang 100 meter dan disetiap 20 meternya disediakan exit door apabila ada pengunjung yang tidak kuat dengan engapnya udara di dalam atau tidak kuat jalan jongkok di dalam tunnel. Saya? saya jelas ga ikutan masuk ke terowongan dan memilih untuk menyemangati kedua teman saya dan menanti mereka di exit door ke 5. Nah iya, kenapa saya bilang ini replika, karena menurut si guide besarnya terowongan sudah dimodifikasi agar para pengunjung dapat masuk kedalamnya, menurut beliau aslinya setengah dari replika tersebut *eemm ada yang muat emangnya?*

Sambil berjalan pelan menyusuri exit door tiap 20 meter, saya dan beberapa pengunjung lain yang tidak ikut masuk ke terowongan mulai ikutan ngetawain peserta tur yang nggak berhasil finish sampe di pintu keluar yang kelima *ga tau malu yah malah ngetawain orang lain, hehehe*. Alhamdulillah kedua teman saya keluar dengan selamat di pintu exit terakhir tanpa kekurangan satu apapun, kecuali kekurangan napas aja. Hasil interview dengan mereka, ternyata kondisi di dalam benar-benar gelap, lembab dan jalanan berliku, bukan hanya ke kanan dan ke kiri tapi juga ada kondisi di mana mereka harus setengah memanjat atau pelan-pelan menuruni terowongan *dua jempol buat kedua bocah ini*

Pintu masuk "replika" Cu Chi Tunnel yang 100 meter itu

Dua bocah yang berhasil keluar hidup-hidup abis ngolong di Cu Chi Tunnel

Dari semua cerita yang disampaikan guide yang paling menyentuh adalah ketika ia mengatakan bahwa apabila ditempat persembunyian ada ibu hamil dan melahirkan, bayinya akan dibunuh :((, kenapa? karena ditakutkan si bayi ini nantinya menghambat pengungsi yang lain, alih-alih selamat tentara malah bisa saja mengetahui tempat persembunyian mereka apabila terdengar tangisan bayi. *hati saya seketika ikut menangis, Ibu mana sih yang mau bayinya dibunuh :((*

Satu lagi hal menarik dari cerita mas Guide, saat itu ada 2 tipe orang yang ada di dalam tunnel, yang satu adalah tentara vietkong yang satu lagi adalah penduduk sekitar, yang membedakan mereka adalah dari seragam atau baju yang mereka kenakan. Penduduk lokal bertugas untuk membuat tunnel dan sebagai penunjuk jalan kepada tentara vietkong di dalam tunnel agar tidak tersasar ataupun terkena jebakan. Menurut mas Guide, setiap lubang tunnel ada guidenya sendiri semacam RT kali yah, yang paling mengenal daerah yang ada di bawah tanah dibagian tersebut. Kehidupan mereka benar-benar sebagian besar dilakukan di bawah tanah loh, bahkan di dalam terowongan tersebut juga terdapat ruangan dapur dan ruang rapat.

Jadi siapanya yang mau ikutan ngolong di Cu Chi Tunnel ini?

9 comments:

  1. Jadi kamu ngak ikutan masuk ???? Hahaha. Masih murah yaaa cuman $10 dah seharian, aku pikir dah naik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaah ini trip aku tahun lalu sih om harganya masih segitu, ga tau nih kalo tahun ini, iyaaaakk aku gak masukk aku kan cemeenn :))

      Delete
  2. Meidi travel blogger ya ternyata. Wah seneng banget ketemu temen yang suka makan dan jalan-jalan juga. Gue baru mulai traveling nih jadi masih culun hahaha. Kapan-kapan bisa kali ajak gue traveling bareng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahha iyah ichaa :)
      hihih aku juga senengg banget ketemu temen-temen baru
      ahh ga ada yg namanya newbie atau senior kok di dunia travelling semuanya kan saling ngasih info dan pengalaman yang kita dapet pasti beda-beda, yukk kapan jalan2 barengg ;3

      Delete
  3. Kalau gue kira-kira muat nggak, Mei? *pentingbanget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nugie muaat kok, gw jg sebenernya muat, tapi ga kebayang deh musti jalan jongkok atau ngerangkak di lorong sempit + lembab, nanti malahan asma kambuh :))

      Delete
  4. aku ikutan ngolong wkt kesanaaa ^o^... dan cukup sekali itu saja mei -__-. nyaris pingsan di dalam..hahaha, secara ya, aku blm sarapan pas ikutan turnya... trs nyobain tunnel yg sempit pengap, panas, dan rendah pulaaak -__-.. gila aja... lgs lemes bdn..walopun aku rada gengsi mw minta exit duluan... jd dipaksain ttp masuk ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah nahhh bener kan kak :(
      i made a right decision, kalo aku masuk bisa ngerepotin yang lain kalo sampe asma kambuh hahahaha,
      temen aku pas keluar tunnel badannya basah kuyup gitu, pas ditanya "kalo ga kuat kenapa maksa 100 m?" dia jawab "malu boooo kalo keluar di 20 meter pertama" hahahaha

      Delete
  5. teh meiii.. seru banget sih baca ceritanyaa
    aku setiap baca postinga tentang cu chi tunnel juga pasti mikir muat gak ya kalo masuk kesana, dan bayangin pengapnya ada di dalem,, dan bisa2 jadi panik takut gak bisa keluar (ini parnoo ya namanya :p) hehehe

    ReplyDelete

Thank you for comment :)