Entrance of Museum Angkut with Monique as a Model 

On my trip to Malang last month, I only have half day trip in Batu-East Java, it located just 15km away from Malang. First thing came to my mind was, "where should I go?, what should I do?". Luckily, I had accompanied by three other friends, two of them are travel blogger, Debby and Halim. Finally we planned to visit Museum Angkut, a new opened museum which has transportation collections, from bicycles to motorcycles, horse-drawn carriage to cars from many countries and manufacturer.
Hira @ Ora Beach Hotel *iriiii*

Mulai saat ini saya membuat section baru di bawah label #FriendofMine, dan nantinya di label ini saya akan banyak bercerita mengenai teman-teman perjalanan yang saya kenal dengan cara-cara yang unik. Kami bisa saja berbeda usia, berbeda jenis kelamin, berbeda sudut pandang, berbeda pekerjaan namun satu kesamaan kami adalah kami sama-sama menyukai travelling, it feels like run in our blood.



Dipostingan ini saya akan bercerita tentang seorang teman saya, Hira Lalitya. Siapa yang sangka, ternyata dunia maya mempunyai sisi baik untuk saya, selain bisa mendapatkan banyak informasi tentang apapun dari ngebantu tugas kuliah, nonton video clip terbaru via youtube, main game online, saya juga mendapatkan banyak teman dari sini, salah satunya Hira. 

Rasanya saya sudah mengenal Hira dari tahun 2003-an atau sekitar masih SMP/SMA, namun lucunya kami baru benar-benar bertemu secara langsung sekitar tahun 2013 lalu. Yang unik, kami berkenalan justru di situs chatting, duh saya sendiri lupa deh di mIRC atau di astaga.com, maklum udah agak lama. Iyaahh bener dari situs chatting yang awalnya biasa nulis "asl pls" alias Age Sex Location, please. *ya ampunn udah tua yah gue*. Selesai ngobrol-ngobrol di room chatting, kami tukeran alamat email dan akhirnya kami jadi teman meskipun via balas-balasan email, pertemanan kami jadi tambah seru lagi ketika saya tahu kalo Hira ini ternyata seumuran bahkan satu angkatan dengan saya. (aahh ketemu temen seumuraaann, *poke poke Hira*) 





Sempat hilang kontak hingga bertahun-tahun, sampai akhirnya di tahun 2013 lewat twitter saya membaca salah satu tweet @rahneputri yang kebetulan meretweet status seseorang dengan akun @hiyrasoygeboy. Lucunya begitu melihat nama akun terebut saya sontak langsung teringat sosok Hira, teman dunia maya jaman SMP/SMA yang sebelumnya hanya saya kenal lewat chat, email dan freindster, karena kalo tidak salah ingat dia punya alamat email dengan nama akun serupa. Karena penasaran, saya buru-buru follow dan bertanya apakah dia masih mengenal saya, dan TADAAA ternyata Hira masih ingat dan kami malah cekikikan sendiri begitu mengingat awal perkenalan kami yang dirasa agak cheesy. Guess what, pertemuan pertama kali di dunia nyata saya malah diajakin nonton conjuring sama Hira, hahahahaha hasilnya sepanjang film nonton sambil merem-merem plus nutup kuping, hahahahah

Cerita-cerita perjalanan Hira selalu ia tuliskan di travel blognya, baca deh dan rasakan serunya petualangan superHira ini, dan kalian pasti tau kenapa saya melabeli Hira "Si Pencinta Pantai". Cerita perjalanannya hopping island di pulau seribu, perjalanan ke Singapura bersama sahabat, dan yang terbaru adalah kisah perjalanannya ke Ora Beach Resort di Maluku, iya saya iri, titik.



Sebenarnya tahun lalu, kami sempat planning trip bareng ke Maluku, sayang tanggalnya ngga pas sama jadwal saya jadi deh saya ga bisa ikutan, well semoga next time bisa travelling bareng yah Ra :)
Hello Macau!

Akhir-akhir ini hobi banget bikin tulisan "telat" bahasa inggrisnya #latepost hihihihi, mungkin karena agak sulit mengumpulkan semangat untuk menulis ketimbang mikirin mau jalan-jalan ke mana lagi *ditimpuk*.

Perjalanan Macau ini sebenarnya saya lakukan bulan Maret yang lalu, atau tepat 2 hari sebelum tragedi pecahnya LCD Samsung saya *mirissss*. Jika ada yang bertanya, cukup ga sih berkunjung ke Macau sehari saja? Jawab saya, GA CUKUP!! karena one day trip ke Macau pada bulan maret yang lalu saya rasa masih kurang cukup.

Jadi apa yang sebenarnya membuat saya mau ke Macau?

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.
2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara.

Oke, kembali ke perjalanan Macau. Transportasi dari/ke Macau dari Hong Kong terbilang mudah, selain dengan menggunakan pesawat terbang, perjalanan tersebut juga bisa ditempuh dengan naik kapal ferry, bahkan Ferry menuju Macau dapat kita temukan di tiga pelabuhan ferry di Hong Kong Island, Kowloon dan di Pelabuhan dekat Hong Kong International Airport. Tarif pergi, pulang, siang, malam, hari kerja dan akhir pekan berbeda-beda, bisa dicek dulu diwebsite sebelum melakukan perjalanan.

Karena hanya memiliki waktu satu hari, tepatnya sekitar 12 jam kurang, kami bersiasat untuk mengunjungi tempat-tempat (yang kami anggap) penting saja, seperti Venetian Resort, Senado Square dan St Paul ruin's. Tiga tempat itu yang dijadikan poin penting, yang lainnya kami anggap sebagai bonus.

Mata uang yang digunakan di sini adalah Macau Pataca (MOP), tapi tenang kalo kita hanya punya Hong Kong Dollar (HKD) juga tetap bisa dipakai kok (meskipun jadi agak rugi). Nilai tukar MOP lebih rendah ketimbang HKD atau Yuan China (CNY) tapi di Macau 2 mata uang lainnya tersebut dipukul rata menjadi bernominal sama, misalnya mau beli eggtart seharga 2 MOP kita bisa bayar dengan 2HKD. Karena pertukaran ketiga mata uang ini, jadi jangan heran jika kalian membayar dengan HKD namun mendapatkan kembalian berupa MOP atau CNY.

Selama di Macau saya benar-benar tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk transportasi, kenapa? karena bulak-balik ke objek wisata selalu menggunakan bis gratis dari hotel-hotel di Macau. Begitu sampai terminal ferry, kami langsung mencari tempat pemberhentian bus hotel dan mencari bus ke Venetian Resort. Kalo biasanya masuk mall kita santai-santai aja, kali ini baru sampai kita buru-buru mencari mall directory dan beruntung langsung dapat portable map nya. Percaya ga kalo saya bilang, membaca palang petunjuk arah di Venetian kadang agak useless. Karena saya bisa dibuat berputar-putar mengikuti papan petunjuk, namun tetap tidak menemukan kamar mandi. It also took us almost half hour to get out from this place *silly right?* nyasar di Mall, what a place!!

I love this shopping mall

Kelar nyasar di Venetian Resort, kami memutuskan untuk pergi ke Senado Square, kali ini dibantu oleh petugas concierge untuk memberikan petunjuk arah bis mana yang harus kita ambil dan ke mana kita harus berjalan setelah itu. Petugas concierge di Venetian Resort ini patut saya berikan 5 jempol *minjem jempol teman*, karena dengan ramahnya dia menjelaskan cara kami ke sana, bahkan hingga menuliskan nama tempat tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa mandarin (pinyin), padahal dengan aksen bahasa inggris yang agak sulit saya pahami. Masih jelas diingatan saya ketika mba cantik ini bilang, 
"After you drop off from bus on San Ma Lo, you just need to take a boat about 10 mins" ,
"A boat? quite far?" saya terdiam agak lama sampai teman saya menepuk bahu dan bilang "She means Walk, kuping lo swasta banget!"
"Maaf kayaknya angin dingin ini agak-agak bikin pendengaran gue gimana gitu" pembelaan saya sambil kemudian membungkukan badan memberi tanda hormat dan terima kasih ke si mba concierge (yang saya lupa namanya).

Lagi-lagi dengan bis hotel gratis saya menuju objek wisata lain, kali ini ke Senado Square untuk kemudian berjalan menuju reruntuhan gereja St. Paul. Yang menarik di sepanjang perjalanan dari tempat drop off bis ke Senado Square adalah bangunan-bangunan sekitar yang masih kental dengan arsitektur bergaya protugis dan pedestrian yang memiliki motif-motif berbau pantai dan laut. Ahhhh betah rasanya berada di daerah ini lama-lama, mungkin karena cuaca yang juga mendukung, memang tidak terlalu cerah tapi angin dingin ini justru membuat kami berjalan lebih cepat (ga kuat kalo diam kelamaan, bisa kedinginan).

sambil ngebut jalan kaki, sempetin moto beginian

Lovely building

Mejeng di depan St Paul Ruin's, checked! (nasib tukang foto)

Sore hari kami habiskan di seputaran senado square, ketika beberapa dari kami sibuk mencari cendramata untuk dibawa pulang, saya justru sibuk memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di sekitar atau Duduk manis di salah satu tangga menuju reruntuhan gereja St. Paul, sambil memandangi arah bawah atau duduk di taman di areal atas Museum Macau. Macau memang tidak terlalu luas, namun ada kesan nyaman tersendiri yang saya dapati di sini :).

Karena travelmate kali ini bisa dibilang cukup banyak, meskipun spot yang kami kunjungi tidak banyak tetap terasa menyenangkan. Ga perlu takut nyasar, banyak yang nyari bala bantuan buat cari jalan yang benar, ga perlu takut kehabisan batere kamera foto karena selalu ada 9 tangan lain yang juga ikut foto dengan devices berbeda, ga perlu takut kelaparan karena ada 9 orang lain yang selalu aja punya cemilan di tas masing-masing. (ahahah hati senang perut kenyang)

Oke, mari kita ulang lagi hal-hal yang sebelumnya membuat saya ingin ke Macau:

1. Gara-gara Princess Hour, diepisode terakhir mengambil setting di Macau dan entah ada angin apa, saya merasa tempat ini peaceful banget, bahkan hanya dengan melihat gerai pos dan lantai di Senado Square saya bisa langsung menebak lokasi tersebut ada di Macau.

Karena ga sempat nemu yang di taman, akhirnya foto yg ini

2. Orang-orang sering ngeributin eggtart yang katanya enak banget dan ada di daerah ini.
Egg tart Koe Kei Bakery, checked!

3. Hotel-hotel mewah dengan banyaknya kasino, yang ternyata hampir semuanya memiliki transport gratis dari/ke ferry terminal dan bandara. Yang paling mau saya kunjungi adalah Venetian resort.

Semoga dilain waktu masih bisa mampir ke sini lagi, masih belum ke Guia Fortress :(