Wednesday, September 9, 2015

Weekend Brunch Masakan Sulawesi dan Maluku di Signature Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Makanan Jawa dan Sunda sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari di rumah, makanan Sumatera juga sesekali mencoba, well meskipun cuma sejauh nasi padang dan pempek palembang. Pas saya mengetahui Hotel Kempinski Indonesia punya acara seru selama 5 minggu bernama 5 Islands in 5 weeks, saya ga mau ketinggalan ikutan. Pilihan menu tiap harinya juga ganti-ganti sesuai dengan menu daerah mingguannya.

Bertempat di Signature Restaurant, event yang sekaligus kampanye Hotel Kempinski Indonesia untuk lebih mengenalkan makanan Indonesia ke masyarakat umum ini berlangsung dari tanggal 5 Agustus hingga 8 September kemarin. Makanan yang disajikan Signature Restaurant dalam jangka waktu 5 minggu tersebut adalah menu masakan daerah Sumatra, Jawa, Bali-Lombok, Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. Lalu manakah yang saya pilih? tentunya menu masakan yang paling sedikit saya ketahui dan pernah saya icip, diantaranya Kalimantan dan Sulawesi-Maluku. 



Menu spesial ini hanya hadir di waktu siang (lunch) dan malam hari (dinner), ngga main-main dua kali saya ke Signature Restaurant tempat ini selalu ramai. Bahkan weekend brunch minggu lalu full house!! Karena menu Sulawesi-Maluku yang disajikan hari itu cukup banyak, akhirnya saya dan Dita memutuskan untuk sharing makanan saja, biar semuanya bisa diicip. Untuk santap makan siang biasa atau di akhir pekan, saran saya pilih tempat makan yang dekat jendela agar mendapatkan sinar matahari yang cukup dan membuat suasana makan jadi lebih cerah. 

Saya memulai santap makan siang saya dengan semangkuk Bubur Manado, bubur ini juga biasa disebut Bubur Tinutuan. Ini pertama kalinya saya mencoba menu khas manado, awalnya agak aneh ketika indra pengecap saya merasakan rasa manis dari sajian bubur ini, karena ekspektasi bubur di otak saya adalah bubur gurih. Dita, menyarankan saya untuk menambahkan sambel roa ke dalam bubur and voila akhirnya saya jadi suka rasa bubur yang sudah ditambah dengan sambel tersebut. Ternyata isi bubur manado ini cukup banyak, dari jagung manis pipil, ubi jalar yang dipotong kecil-kecil hingga daun bayam. 


Menu appetizer lainnya adalah Gohu Ikan Tuna dengan potongan tuna yang generous dan fresh, Gohu Udang Pepaya, dan rujak Manado. Awalnya saya pikir rujaknya akan sama dengan rujak yang biasa saya beli di dekat rumah, ternyata di rujak manado ada jeruk bali (ini yang bikin beda) dan karena saya ga suka pedas (tapi tulisan di menu adalah Spicy palm sugar dressing) jadi bumbu kacangnya tidak saya icip, hehehehe.

Gohu Ikan Tuna

Gohu Pepaya Udang dengan saus asam manis

Yummy rujak khas Manado

Landau Lauk Pare

Mirip dengan menu Kalimantan yang saya icip seminggu sebelumnya, di menu masakan Sulawesi-Maluku juga terdapat Landau Lauk Pare. Manado juga terkenal dengan nasi kuningnya, jadi saya juga ambil nasi kuning khas manado lengkap dengan menu pendampingnya. Ini yang membuat nasi kuning manado berbeda dari menu nasi kuning di masakan sunda dan maluku (ambon). Menu pendampingnya antara lain telur rebus, kering kentang dan abon cakalang yang gurih plus sedikit pedas.

 my eye catching nasi kuning Manado

 seporsi (kecil) Coto Makassar

Mau yang berkuah dan seger-seger, akhirnya Dita memutuskan untuk mengambil satu mangkok (kecil) Coto Makassar. Biar tambah seger jangan lupa perasan jeruk nipisnya yah, ini juga kali pertamanya saya icip Coto Makassar loh (ihh saya tinggal di mana sih? ga pernah icip makanan Makassar sama sekali hahahaha) daging sapinya empuk bangett, sampe ga pake usaha buat ngunyahnya. 

 My Happy Sulawesi Plate

Kebingungan gara-gara menu masakan lain yang belum diicip masih banyak, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil beberapa menu sekaligus ke atas piring makan saya. Sedikit nasi merah saya taruh ditengah piring, kemudian menu lain memutar disepanjang pinggir piring, oke saya jelaskan (searah jarum jam) makanannya dimulai dari menu kepiting yah. Kepiting Lada hitam ini menu khas Makassar, saya sendiri belum pernah makan kepiting yang masih ada cangkangnya kayak gitu (nah kan kepiting pertama saya lagi nih) bumbu lada hitamnya meresapp banget ke dalam daging kepiting (thanks buat Dita yang mau nyuapin kepiting *soo sweet* hahaha). Sayur Poki-Poki, menu khas Gorontalo ini di mulut saya sepintas mirip dengan rasa sayur lodeh, namun dengan kuah yang lebih kental. Potongan Nangka mudanya sangat empuk dan bumbunya meresap sempurna ke dalam daging ayam. Kembali ke masakan Manado, ada Ikan Woku yang jadi menu favorit saya di piring tersebut. Menu selanjutnya Daging Pantallo Pamarason khas Toraja yang rasanya kira-kira mirip semur, Ayam rica-rica dan terakhir Sayur Bunga Pepaya yang juga khas Manado untuk sayurnya.

Setelah kenyang dengan makanan utama, saya dan Dita mulai geriliya mencari dessert dan minuman khas kota-kota di Sulawesi dan Maluku. Akhirnya saya menemukan 3 menu ini, Air Goraka khas Halmahera, Es Pallu Butung dan Klapertart khas Makassar. Air Goraka ini terdiri dari gula merah, jahe merah dan buah kenari, ah seketika saya jadi teringat kue kenari khas Ambon. Sebagai gambaran, rasa Air Goraka ini mirip dengan Wedang jahe namun yang berbeda adalah Jjahe di menu Air Goraka tidak sekuat Wedang dan menu ini lebih cocok disajikan dingin, sedangkan Wedang lebih enak disajikan hangat. Untuk menu Klapertartnya juga ga kalah enak, yang membuat klapertart ini bereda dengan yang biasa saya temukan di Bogor dan Bandung adalah bau dan rasa kayu manisnya yang lebih dominan. Terakhir untuk lebih mendinginkan perut, saya menyantap Es Pallubutung yang sudah dimodifikasi namun tidak kalah menarik dari menu aslinya. Es Pallubutung yang disajikan Signature Restaurant disajikan dengan sorbet Strawberry, me likeeyy :)
  
Air Goraka - Halmahera

Klapertart dan Es Pallu Butung - Makassar


Ternyata orang dibalik masakan Sulawesi - Maluku yang hadir diantara menu-menu reguler Siganture Restaurant adalah Chef Petty Pandean Elliot (pettyelliot.com). Seorang Chef wanita yang besar di Manado sebelum akhirnya pindah ke Jakarta ini menuangkan kecintaannya akan Indonesia lewatan masakan.

Chef Petty Elliot 

Thank you Chef karena telah membuat saya lebih mengenal masakan Sulawesi - Maluku dan menambah kecintaan saya akan msakan Indonesia yang beraneka ragam.

Masakan Sulawesi - Maluku mana yang jadi favorit kamu?

19 comments:

  1. Sumpah deh Mbak Mei, ngiler banget lihat Gogu Pepaya..Segar banget kali ya kalau dimakan siang-siang yang panas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe, aku sama Dita muter-muter lama dulu kak sebelum akhirnya mutusin mau ambil makanan apa

      Delete
  2. Replies
    1. pas aku ke situ, katanya lagi banyakan makanan Manado, menunya dirolling tiap hari kak :((, hari itu ga ada papeda

      Delete
  3. cotooooo ^o^ selalu suka ama itu... brp ini lunch di sana mei?btw, itu gohu tuna mentah ikannya?

    Tp dr dulu ya, aku ga bisa suka tuh ama bubur menado.. hadeuuuhhh dulu tetangga org menado..dan sering ksh makanan ini... kok ya ga bisa nelan kalo ngeliat sayur layu yg dicampur k bubur ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini pertama kalinya aku makan, aneh sih soalnya di otak aku bayangannya savory dish, pas tiba2 masuk mulutnya sweet kayak ga terima gitu awalnya hahahahah

      Delete
  4. so sweet banget ya kita, suap-suapan kepiting :3

    ReplyDelete
  5. Coto Makassar nya agak beda yah. Kok pake Telur.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aku ngga ngerti, ada di sebelah cotonya kak kemarin *apa jgn2 itu buka coto makassar?* hahahah aku lieur

      Delete
  6. Mirip2 ya masakannya ama Jawa...yg kayak lodeh itu tadi, tumis bunga pepaya, nasi merah, nasi kuning (cuma abonnya yg beda) :) Aaahh...bikin ngiler mbaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iyah, tapi kayaknya rempahnya lebih banyak deh mba, enak-enakkk semua, aku pusingg ahhahaha

      Delete
  7. Hmmm.. baru kali ini saya blogwalking lihat review makanan koq jadi ngiler.. apalagi gohu nya tuh..

    ReplyDelete
  8. Kak, gimana cara bisa datang dua kali ke Signatures buat icip masakan Kalimantan lalu Sulawesi? Daftar dua kali?

    #persoalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayo.. gmana hayo?? penasaran kan??

      Delete
    2. ahhahaha kan satu undangan bisa berdua, jadi aku gantian daftar sama temen kak

      Delete

Thank you for comment :)