Buat yang mau bepergian ke Hong Kong atau masih merencanakan pergi ke Hong Kong, ternyata ada beberapa hal yang berbeda loh di sana. Nah, biar ngga bingung atau heran nantinya, saya mau bagi info tentang 5 hal basic yang perlu kamu ketahui tentang Hong Kong.

1. Mata uang



Macam-macam uang kertas Hong Kong Dollar


Mungkin sudah banyak yang tahu yah kalo mata uang yang digunakan di Hong Kong adalah Hong Kong dollar. Jika di Indonesia mata uang rupiah hanya dicetak dan diterbitkan oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) dan dikeluarkan oleh Bank Indonesia lain halnya dengan Hong Kong, di sini ga tanggung-tanggung bukan cuma satu Bank penerbit uang kertasnya tapi ada tiga, iyah TIGA yaitu Bank of China, Standard Chartered Bank dan HSBC. Jadinya jangan heran yah kalo di sana untuk nominal yang sama, kamu bisa menemukan gambar yang berbeda, bukan palsu loh tapi memang beda Bank yang menerbitkan. 

Ngomongin uang palsu, tahun lalu saat saya ke Hong Kong banyak banget merchant yang menolak pembayaran dengan uang kertas nominal 1000 HKD loh, bahkan sampai ke Disneyland. Setelah coba tanya sana-sini, ternyata saat itu sedang marak pemalsuan uang nominal 1000 HKD dan hanya beberapa merchant yang memiliki alat detector uang palsunya, sehingga banyak toko yang memilih untuk tidak menerima nominal tersebut ketimbang mengambil resiko.

Sebenarnya masing-masing bank punya ciri tersendiri loh di uang kertas hasil cetakan mereka, well selain memang pasti ada nama banknya ternyata gambar yang ada di uang kertas tiap-tiap Bank juga ada cirinya. Bank of China selalu menggunakan gambar gedung Bank of China (yang menjadi landmark di Hong Kong), HSBC selalu menggunakan gambar singa sedangkan Standard Chartered Bank selalu menggunakan gambar Naga. Sedangkan untuk warna disetiap nominal yang sama, mereka akan tetap menggunakan warna dominan yang sama.

2. Bersantap di restoran


Untung jumlah kami udah lumayan banyak, jadi jarang deh share bangku dengan orang asing


Ada habit lain juga yang mungkin tidak biasa dari kebiasaan kita di sini. Salah satu yang paling mungkin kita temui adalah kebiasaan mereka bersantap di sebuah restoran. Jika di Indonesia, biasanya apabila kita duduk di meja dengan occupancy berenam padahal kita hanya bersantap berempat, pengunjung yang lain atau staff di restoran tersebut pasti akan menunggu kita selesai makan dulu, baru memberikan tempat tersebut ke orang lain. Lain cerita kalo di Hong Kong, di sini kalian harus siap-siap satu meja dengan orang asing yang tidak kalian kenal apabila meja yang kalian tempati masih memiliki kursi kosong. 

Ada beberapa orang yang mungkin meminta izin dulu sebelum menduduki kursi tersebut, tapi ada juga yang tidak dan hal ini dinilai wajar karena memang sudah jadi kebiasaan warga lokalnya. Bahkan di HK bisa dibilang saya jarang sekali melihat orang-orang yang sengaja nongkrong bareng teman-teman dan berlama-lama di sebuah restoran. 

3. Menggunakan eskalator atau travelator



Kalo sepi, boleh lah berdiri di tengah terus foto-foto

Pernah ga sih lagi berdiri bersebelahan dengan teman di eskalator atau travelator ditegur oleh orang di belakang supaya minggir dan memberikan jalan buat yang buru-buru? Kalo di Hong Kong dan saat rush hour hal itu menjadi amat sangat sering saya temukan. Karena di sini seperti ada peraturan tidak tertulis tentang tata cara menggunakan eskalator atau travelator loh. Buat kalian yang tidak terburu-buru bisa diam berdiri di salah satu sisi eskalator dan sisi sebelahnya dibiarkan kosong untuk memberikan ruang kepada orang lain yang terburu-buru dan memilih tetap berjalan atau bahkan berlari. Untuk hal yang satu ini sebenarnya juga saya temukan di Singapura, yang membedakan hanyalah posisi berdirinya. Kalo di Hongkong sisi berdiam diri di eskalator berada di sebelah kanan, sedangkan sisi kiri untuk orang yang lewat, sedangkan di Singapura berlaku arah sebaliknya. Mungkin di beberapa tempat di Jakarta, misalnya di daerah perkantoran hal seperti ini kadang diterapkan sih, meskipun masih jarang.

4. Naik Taksi


Saya sendiri sih tidak sempat menggunakan taksi selama di Hong Kong, namun jika kalian tiba-tiba membutuhkan taksi selama di sana ada baiknya kalian memperhatikan ke mana tujuan kalian dan taksi mana yang bisa kalian naiki. Hong Kong sendiri terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Lantau Island, Hong Kong Island dan New Territories yang ternyata memiliki taksi berbeda yang beroperasi ditiap-tiap pulau. 



- Urban taxis (berwarna merah) memiliki daerah operasional di seluruh area Hong Kong, kecuali di Tung Chung Road dan bagian selatan Lantau Island.
- New Territories (berwarna hijau) memiliki daerah operasional di New Territories dan beberapa jalan di Lantau Island.
- Lantau taxis (berwarna biru) memiliki daerah operasional di Lantau Island dan bandara.

5. Bertanya di jalan


Ada sebuah pribahasa "malu bertanya sesat di jalan", meskipun sekarang jaman sudah canggih, ada map hingga penunjuk arah di smartphone, namun tidak bisa dipungkiri terkadang bertanya arah tempat kepada warga lokal di jalan menjadi solusi yang cepat dan masih bisa diandalkan. Di Hong Kong sendiri, saya pernah beberapa kali bertanya arah atau lokasi toko tertentu ke warga setempat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, orang Hong Kong terkenal dengan pergerakannya yang gesit dan terkesan terburu-buru sehingga beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka ketus atau galak karena menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan singkat, padat dan cepat. 

Mungkin memang ada beberapa orang yang tidak suka ditanya karena akan menghabiskan waktu mereka, tapi rata-rata orang yang dimintakan tolong mau membantu menunjukan arah kok dengan jawaban yang singkat, padat dan jelas. Untuk mengimbangi, sebaiknya kita juga bertanya hal dengan cepat dan jelas, karena saya pernah punya pengalaman bertanya arah dan orang yang saya tanya terlihat kesal gara-gara saya terlalu banyak basa basi, padahal saya bermaksud sopan dengan bilang "Hello, excuse me, can you help me please? Do you know where is Charlie Brown's Cafe?". OK next time nanya jalan, langsung to the point aja deh.


GIVEAWAY {CLOSED}



Nah untuk pilihan lokasi wisata dan info-info penting lainnya, bisa banget nih baca buku yang satu ini. Kebetulan, sore ini saya baru aja selesai membaca buku travelling karangan salah satu travel blogger kece kak Tesya dari tesyasblog.com di buku ini, kak Tesya ngga menulis sendirian tapi ditemani salah satu temannya yaitu Deasy Herlangga. Info tempat-tempat seru untuk travelling bareng keluarga dikupas habis di buku ini. Mulai dari info makanan, tempat menginap, wisata berbayar, wisata gratis, transportasi dan masih banyak lagi. Eh berkat buku ini juga, saya jadi tau ada Pulau Cheng Cau yang berjarak hanya sekitar 35 - 45 menit dengan feri dari Central Ferry Pier yang memiliki wisata pantai dengan ombak yang tenang dan beberapa kuliner menarik yang di sana.


Congratulation To:

AisyahIstianingsih @istianingsihh
Tipah DR @tipatipah
Dian Rustya @awardeean

Thank you yang sudah ikutan :* 

Bukan cuma Jakarta dan Bandung aja yang lagi kebanjiran restoran dan cafe tempat nongkrong seru, Yogyakarta juga ngga mau ketinggalan. Saat ini Yogya atau Jogja (nah bingung kan mau sebut yang mana) juga punya banyak banget restoran/cafe menarik untuk santap siang atau malam, sekadar hang out bareng teman, hingga mengerjakan tugas.

Kebetulan akhir Januari lalu saya sempat mampir ke Jogja dan berhasil mengunjungi beberapa tempat seru yang saat ini sedang "hits" dikalangan foodies Jogja. Wah, saya juga ga mau ketinggalan dong, jadi selain wisata kuliner dibeberapa tempat makan yang menyajikan makanan lokal yang super enak kayak Gudeg Pawon, Raminten dan beberapa vendor lain, saya menyempatkan juga cafe dan restaurant hopping di beberapa tempat berikut, semoga menginspirasi buat teman-teman yang mencari tempat ngumpul seru. 

1. Lokal

Location : Jalan Jembatan Merah No 104C, Jogjakarta



Mampir ke restoran ini sebenarnya sudah saya rencanakan sejak lama, saat pertama kali tahu ada hotel dengan nama serupa yang memang merupakan bagian dari tempat ini. Restoran ini mempunyai kesan luas dan pernak-pernik yang unik. Mulai dari wall artnya, ubin, hingga bentuk lampu-lampunya. Menu makanannya juga beragam, dari makanan Indonesia, makanan Jepang hingga Western. Next time kalo kalian mampir ke sini coba pesan menu Nasi goreng sambal roanya deh, selain nasiknya yang enak sate ayam yang jadi menu pendampingnya juga enakk banget *coba ada menu sate ayam terpisah*.

2. Mediterranea

Location : Jalan Tirtodipuran No. 24A



Nah yang satu ini boleh saya bilang tempat makan sekelas fine dining dengan gaya casual. Menu-menu yang ditawarkan di restoran ini beragam dan kalo pake bahasa saya sih disajikan di piring dengan tampilan ala-ala masterchef. Coba deh liat gambar-gambar menu di website mereka, wuihh catik-catik banget penyajiannya. Jika dibandingkan dengan restoran lain yang saya kunjungi, untuk harga memang bisa dibilang lebih mahal, tapi rasanya sangat sebanding. Selain warga lokal, restoran ini juga sering dibanjiri wisatawan asing loh. Menu yang saya pesan saat itu adalah Duck Breast Tradition dan Duck Confit Traditional, masing-masing menu tersebut memiliki side dish yang gileee enak banget. Ada Potato Gratin untuk Duck Confitnya dan ada Risotto untuk Duck Breastnya. Ketika postingan ini saya tulis, saya ga berhenti menelan ludah saking kepengen makan di sini lagi.

3. Lawas 613 Cafe

Location : Jalan Prawirotaman 2 no 613


Cafe dua lantai ini terletak bersebelahan dengan hotel Adhistana. Interiornya menarik dan penuh dengan wall art keren. Aksen jendela-jendela yang tertempel di dinding sebelah dalam bagian atas cafe ini juga unik, well somehow it reminds me of potato head in Bali (ihh kayak yang udah pernaha aja deh :))). Saya sendiri cuma sempat memesan minum karena baru saja bersantap malam di Mediterranea. Lucunya, waktu saya di sini semua pengunjung yang duduk berdekatan dengan meja saya, semuanya sedang sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Di depan saya sedang sibuk merekam dengan GoPronya, sebelah kanan sedang sibuk selfie dengan tongsis, dan sebelah serong kanan depan sedang sibuk ganti-gantian foto dengan menu yang mereka makan. Kalo saya? saya sibuk motoin mural kece di dindingnya. Satu lagi hal yang menarik, dihari tertentu, cafe ini memiliki promo diskon sesuai usia loh, cuma tinggal tunjukin KTP aja, ihh bisa aja eyang mampir ke sini nih.

4. Tickles

Location : Jalan Kenari No 4, Depok, Sleman, Yogyakarta



Bergerak lebih ke utara, kali ini saya berhasil menyambangi salah satu restaurant yang baru aja merayakan ulang tahun pertamanya. Tampak luar restaurant ini biasa banget, tapi tunggu sampai kamu masuk ke dalam. You gonna be wowed with the interior, it has a lot of British stuffs, well I called it British Invasion (in a good way). Tempat makannya sendiri dibagi kedalam tiga ruangan terpisah dengan tema yang berbeda. Ada dua area indoor dan satu semi outdoor yang juga smoking area. Kalo nggak salah, setiap weekend mereka sering mengadakan acara musik di areal outdoor.  

Akhirnya kekumpul juga niatan buat menyelesaikan Bali Food Adventure Part 2 nya, Ini jilid ke-dua sekaligus penutup perjalanan restaurant hopping saya di Bali awal Januari lalu, untuk part 1 nya bisa dibaca di sini. Ah did I tell you, selama 5 hari di Bali ini, saya ga makan nasi (literally) No, I'm not on diet, mungkin waktu itu emang lagi bosan ajaa sama nasi. Oke kita lanjut wisata jajannya lagi yuk.

6. Murni's Warung

Sesampainya di Ubud pas banget jam makan siang dan I'm knwo nothing about Ubud and leave everything to Sharon. Untungnya, salah seorang teman kami memberi info Murni's Warung yang letaknya tidak terlalu jauh dari Museum Puri Lukisan, tempat kami turun dari Kura-kura bus. Yeayy akhirnya bisa juga ngerasain makanan khas Bali. Sate lilit ayam dan Ayam betutu berhasil kami santap tanpa sisa dan ditutup dengan air kelapa. *aaahhh nikmatnya hidup*

7. Seniman Coffee Studio

Setelah full kenyang di Murni's Warung, kami berpindah tempat ke coffee shop unik satu ini. Hampir semua yang ditawarkan coffee shop ini unik, dari mulai membuka alas kaki saat masuk ke cafenya, tempat duduknya yang dimodifikasi menyerupai kursi goyang, meja unik yang memiliki kaki dari tumpukan kursi, hingga penyajian minumannya.

Setiap minuman yang dipesan akan disajikan dengan infused water dan sepotong kue jajanan pasar (or let me called it setengah potong) kue yang biasa saya sebut Nagasari ini ternyata memiliki nama khas Bali sendiri yaitu Sumping, kue yang terbuat dari tepung beras yang di dalamnya terdapat potongan pisang. Ada kejadian lucu di sini, ahhh tapi takut dijitak Sharon kalo diceritakan di sini, boleh deh PM saya aja kalo penasaran banget, hahahahah.

8. Whale and Co

Dari tahun lalu memang sudah niat banget mau mampir ke sini kalo travelling ke Bali and Thanks God kesampaian juga. Duo foodies di belakang foodcious.com mengajak saya dan Sharon meet up dan ngobrol-ngobrol seru di kedai kopi yang beralamat di Jalan Kresna Unit 3, Seminyak ini. Ga cuma ngobrol seru sama duo foodies dan baby boynya yang super cute, tapi kami juga ngobrol banyak dengan coffee scientist (barista) yang sekaligus pemilik coffee shop yang didominasi warna kuning dan biru ini. Meskipun kedai kopi ini tidak terlalu besar, namun kesan hommy sangat terasa buat saya, mungkin memang itu suasana yang sengaja dibuat oleh sang owner.

9. Meja Kitchen and Bar


Awalnya saya berencana mampir ke The Library di Seminyak, resto baru tersebut letaknya tidak jauh dari Seminyak Square, tapi berhubung saya memang berencana untuk having a proper lunch dan begitu melihat daftar menu di The Library sepertinya tidak ada yang menarik hati, jadinya saya melanjutkan perjalanan dan menemukan Meja - Kitchen and Bar. Ahh di sini ada menu  nasinya, okelah kalo gitu mampir :D. Sebenarnya interior dalam restonya juga kece sih, tapi sayangnya udah mager banget buat foto-foto ke dalam, padahal banyak pernak-pernik vintagenya. 

Saya baru sempat mampir ke 9 tempat dari total banyakkk banget yang ada dilist tempat makan seru di Bali. Well, next time ke Bali saya mau cake shop hopping dan ice cream hoppingnya LOL, dan ga lupa nyicip juga menu lokalnya.

Ada yang mau tambahin list must-visit restaurant nya? 

Bali Food Adventure Part 1

Ada yang bilang Bali itu GOD's Island alias Pulau Dewata dan ada juga yang bilang Bali itu surganya dunia, kalo buat saya sih Bali itu surganya makanan, terbukti meskipun cuma 4 hari 3 malam di Bali, Saya dan Sharon sukses berburu tempat makan seru dan beberapa tempat makan atau minum coffee yang lagi hittsss di Bali, check it out! our Food Adventure in Bali bagian pertama:

1. Warung Italia
photo credit Sharon's Instagram

Setelah sukses jalan kaki sekitar 2 jam-an muter-muter dari Kuta ke Seminyak, perut udah lapar ga karuan dan pikiran juga sudah mulai ngaco ga karuan, makanya begitu melihat plang nama restoran ini dari pinggir jalan, saya langsung refleks nunjuk dan mutusin untuk makan siang di sini (padahal awalnya juga belum tau ada menu makanan apa aja, well dari namanya udah pasti menyajikan makanan khas Italia yah). Meski perut udah laper banget, tapi pas celingukan melihat porsi menu yang disajikan di resto ini sepertinya jumbo size, jadinya kami memutuskan hanya untuk memesan satu loyang medium pizza saja, karena ternyata meskipun pizzanya tipis, delapan slice pizza ini pun kami habiskan dengan susah payah hahahahah.Warung Italia ini berlokasi di Jalan Kunti 1, atau tidak jauh dari Made's Warung di daerah Seminyak
Ada kejadian menegangkan saat kami makan siang di sini, tepat ketika saya sedang menelepon tiba-tiba stop kontak yang berada lurus di depan saya terjadi konslet dan mengeluarkan percikan api dan sempat terbakar cukup besar, herannya ga ada staff yang sadar sampai saya teriak-teriak nunjuk-nunjuk ke lokasi. Duh saya jadi deg-degan sesaat loh, dan seketika listrik di resto tersebut padam, beruntung kami sudah selesai makan dan bergegas meminta bill. 

2. Lello-Lello Gelato
Nona Sharon dengan gelato-gelatonya

Ini salah satu gerai gelato yang lagi hits banget dikalangan foodies di daerah Bali (setelah gelato gusto), sebelumnya hampir putus asa cari tempat ini, walapun akhirnya sampai juga ke gerai gelato yang letaknya persis di depan Samaya ini. Abis icip-icip gratis beberapa rasa, akhirnya saya memilih menu "Snoop Dog" dan Sharon memilih "Almond". Rasa cokelat di Snoop Dog beneran enakk dan refreshing di cuaca panaassnya Bali, well tapi terlalu manis buat saya yang udah terlanjur manis. Buat yang ga suka rasa cokelat dan susu, ada juga rasa-rasa buah yang ga kalah segar seperti Lemon. Mangga, Raspberry dan Lime. Harga satu scoopnya 25++ (plus pajak maksudnya). Tidak cuma gelato loh, di tempat ini juga ada menu dessert lain dan minuman segar lainnya.

3. Cuca
Top (left to right): Baked Scallop, Cuban Corn, Crispy Fried Chicken, Meat & potatoes
Bottom (left to right): Strawberry Cloud Cake, Bali Breakfast, Rosella Infusion, Sun-Gria Cocktail

Nah buat yang mau coba makanan ringan ala Spanyol alias Tapas, Cuca adalah tempat yang paling pas. Semua menu yang kami icip benar-benar unik dan rasanya baru pertama kali saya coba menu-menu semacam ini. Lokasinya terbilang agak tersembunyi, tapi benar-benar worth to try loh. Dessertnya juga super unik, terutama menu Bali Breakfast, saat penyajian makanan penutup ini selintas terlihat seperti sunny side up, ihhh tapii ternyata itu cuma ilusi mata aja. Yang semula saya kira kuning telur itu ternyata semacam pasta mangga yang segar banget dan yang awalnya saya pikir putih telur ternyata whipped coconut, ga cukup sampai disitu saja ada satu hal lagi yang tambah bikin menarik, ternyata persis di bawah sweet runny mangonya ada frozen passion fruit (aaahhh menyenangkan banget deh makan siang saya waktu itu, mau balik lagi rasanyaaa). Untuk ulasan lengkap Cuca bisa dibaca di sini.  

4. Monsieur Spoon

Awalnya mampir ke cafe dan toko kue kecil ini ngga pernah ada dijadwal kami. Namun begitu turun dari kura-kura bus di Seminyak Square dan jalan kaki sedikit ternyata langsung ketemu tempat croissant yang konon katanya terenak se-Bali ini, eh bodohnya di sini kami malahan ga sempat icip croissantnya hahahahahah. Waktu itu kami pesan tiga kue dalam ukuran mini, chocolate tartlet, salted caramel tartlet dan Royal Spoon (Crispy Hazelnut feuilletine lapis dark chocolate, dacquoise biscuit glazed dengan belgian chocolate). Saya sih suka dengan chocolate tarlet dan Royal spoonnya, sedangkan salted caramel tarletnya terlalu manis dan malah membuat eneg buat saya. Next time mampir ke sini, janji deh mau icip croissantnya.

5. Made's Warung

Mampir ke restoran yang sudah buka puluhan tahun ini juga awalnya tidak disengaja, saat lagi celingukan mau cari restoran yang menawarkan menu khas lokal tiba-tiba pas banget lewat di depan resto ini. Made's Warung yang ada di Kuta ternyata sejalan dengan arah pulang ke hotel. Bli (sebutan untuk laki-laki dalam bahasa Bali) yang melayani kami juga baikkk banget, dari mulai menjelaskan dengan ramah makanan yang ada di menu, hingga dengan baiknya mengganti menu gado-gado saya. Gado-gado yang saya pesan tidak pedas, namun yang diberikan ke saya sangat pedas, Bli ini dengan ramah langsung mengangkat kembali gado-gado dari meja saya dan menggantinya dengan gado-gado baru dan tidak pedas. Suasana makanan di sini sih ala rumahan, jadi suasananya juga rumahan alias homy banget. *uhuk* dan yang bikin malam itu agak spesial karena di depan saya ada cowok ganteng sih *ketimpa pohon kelapa*. Selain ada di daerah Kuta, Made's Warung juga ada di Seminyak.

Wait, Food Adventure di Balinya ga cuma sampai sini aja loh, ditunggu part 2 nya yahh

Kalo kalian punya Restoran favorite di Bali ga?

Bali Food Adventure Part 2