6 Jenis Aplikasi Smart Phone yang Biasa Digunakan oleh Traveler

11:11 PM Meidiana Kusuma 28 Comments

Tentu saja selain untuk menelepon, sms atau chatting dengan teman ataupun keluarga di rumah, biasanya ada beberapa fitur dan aplikasi yang sengaja di install para pejalan demi kenyamanan waktu mereka travelling. Nah buat mobile traveler kayak saya nih *tsaah*, ada beberapa fitur smartphone bawaan dan aplikasi yang biasa saya pakai sebelum dan selama di perjalanan.

1. Foto



28 comments:

Thank you for leaving a comment :)

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Ho Chi Minh City / Saigon - Vietnam

8:17 PM Meidiana Kusuma 14 Comments


Entah kenapa setiap saya berkunjung ke negara lain, biasanya saya memulai perjalanan dari Ibukotanya terlebih dahulu. Namun hal itu tidak terjadi ketika saya berkunjung ke Vietnam untuk pertama kali. Pesawat yang membawa saya, mendarat di bandara internasional Tan So Nhat di Ho Chi Minh, sebuah kota terbesar yang berada di Vietnam bagian selatan. Awalnya kota ini bernama Saigon, namun demi mengenang jasa Ho Chi Minh atau yang biasa disebut Uncle Ho, kota ini diganti dengan Ho Chi Minh City, beberapa orang lebih memilih menyebut tempat ini Saigon, well sah-sah aja kok.

Nah, sebelum berkunjung ke Ho Chi Minh ada beberapa hal yang mungkin perlu kamu ketahui sebagai informasi awal tentang kota yang diberikan julukan kota sejuta motor ini.

14 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Beli Oleh-oleh dari Seluruh Indonesia di SMESCO Jakarta

10:51 PM Meidiana Kusuma 30 Comments


Masih teringat jelas chat di aplikasi whatsapp saya dengan salah seorang food blogger kenalan saya yang berasal dari Penang,

Fyi, dia chatnya pake bahasa inggris, tapi aku translate aja biar lebih cihuy.
Her : "Mei, aku jadi ke Jakarta yah akhir Mei ini"
Mei : "yeaayyy, mau diajakin ke mana aja nanti?"
Her : "Udah punya beberapa list cafe lucu-lucu sih, tapi teman aku nanya tempat beli oleh-oleh di mana ya? ada ide? tempat yang seperti Pasar Seni KL misalnya"
*JLEB* saya terdiam cukup lama sambil berpikir keras dalam hati. Selama ini kan saya ngga pernah beli oleh-oleh khusus, well kecuali dari luar daerah. 
Mei : "Ada tempat Sarinah sama Alun-alun of Indonesia sih di dalam mall tapi"
Her : "Di dalam Mall? pricey yah pasti"
Mei : *diem ngangguk* "Iya agak mahal pastinya, aku ga tau lagi soalnya euy"

Pernah kebingungan kayak gitu juga? ternyata bukan saya aja loh yang kebingungan setengah mati pas ditanya di mana tempat oleh-oleh khas Indonesia di Jakarta. Sebelumnya saya sudah sempat bertanya ke beberapa teman, namun jawaban mereka rata-rata sama, ujung-ujungnya si ke dua tempat di mall itu. 

Ternyata jika teman-teman bingung mencari oleh-oleh khas dari seluruh Provinsi di Indonesia, SMESCO Indonesia jawabannya. Hal ini juga baru saja saya ketahui minggu lalu sih. Gedung SMESCO berada dibawah naungan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), gedung yang berada di pinggir jalan MT. Haryono ini sebetulnya sudah lama saya sadari keberadaannya, tapi selama ini saya hanya tau tempat itu kerap dijadikan sebagai tempat pameran atau gedung tempat pernikahan. Di dalam gedung ini terdapat UKM Gallery, Paviliun Provinsi, dan yang sedang dibangun adalah Galeri Indonesia Wow.

UKM gallery

Saya sempat kaget begitu mengetahui ruang ini ternyata sudah diresmikan dari tahun 2009, mennn kemana aja saya selama ini? Di ruangan yang terdiri dari 2 lantai ini, berisi berbagai produk-produk kerajinan, dari batik tulis, aksesoris dari manik-manik, hiasan dari perak, kain-kain songket hingga radio bergaya vintage hasil karya anak bangsa.
UKM Gallery ini buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 9 malam, barang-barang yang dijual di tempat ini berasal dari UKM yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia.

Cakep banget yah warna-warni baju batik anaknya

Salah satu produk favorit aku, si radio kayu dengan model vintage

30 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Masjid dan Fasilitas Shalat di Singapura

10:29 AM Meidiana Kusuma 13 Comments


Singapura memang bukan merupakan negara yang mayoritas beragama Islam, namun negara ini termasuk negara di ASEAN yang muslim friendly loh dan 
mengingat besarnya potensi wisatawan muslim di Singapura, merekapun memperbanyak fasilitas untuk wisatawan muslim bahkan hal tersebut menjadi salah satu agenda tourism mereka. Sebagian besar para pejalan yang sudah mengunjungi Singapura mungkin sudah familiar dengan Masjid Sultan yang terletak di Arab Street (Jalan Arab) di daerah Bugis. Tapi apakah kamu tau, selain masjid tersebut ternyata banyak mesjid lain atau tempat untuk salat di penjuru Singapura, bahkan di daerah wisata sekalipun.

13 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Berkenalan dengan Si Thole di Yogyakarta

9:37 PM Meidiana Kusuma 25 Comments

 Si Thole dan Pak Supir berlurik

Awal Januari tahun ini, saya berkunjung ke Yogyakarta bermodalkan tiket promo pesawat Garuda Indonesia yang tidak sampai 700ribu PP dan ini menjadi perjalanan perdana saya sendirian ke Yogyakarta. Ini bukan kali pertama saya berkunjung ke kota yang terkenal dengan gudeg dan bakpianya, sebelumnya saya sering mempir ke sini bersama keluarga dan teman-teman.

Berkunjung ke Malioboro, Taman sari dan  Keraton Yogya sudah beberapa kali saya lakukan. Awalnya saya tidak ada agenda untuk kembali mengunjungi tempat-tempat tersebut dalam perjalanan saya kali ini. Saya lebih memilih untuk melakukan cafe hopping dan mencari tempat-tempat seru lainnya di Yogyakarta. 

Si Thole siap mengantar 

Tempat menginap saya yang berdekatan dengan parkir Ngabean membuat saya berkenalan dengan si Thole. Parkir Ngaben ini adalah tempat parkir khusus bus-bus wisata rombongan tur yang hendak berkunjung ke Keraton Yogya. Jika sebelumnya bus-bus tersebut diperbolehkan parkir di alun-alun dekat Keraton, saat ini tidak lagi. Sepertinya berawal dari peraturan tersebut, si Thole lahir menjadi kendaraan alternatif untuk para pelancong.

Penampakan dalam Si Thole

Si Thole ini adalah Shuttle wisata yang memiliki rute khusus di Yogya, di pusat kota khususnya. Mobil berkapasitas maksimal 7 penumpang ini bisa kita temukan di beberapa halte khusus di Parkir Ngabean, Keraton, Taman sari, Taman pintar (akan parkir di dekat kantor pos), Taman parkir senopati dan Titik 0 kilometer di daerah Malioboro. Wah, ternyata bukan hanya Bali aja yah yang punya shutte wisata. Beberapa info menyebutkan jika si Thole akan jalan sesuai rute yang urutannya sudah diatur, meskipun kenyataannya saat itu saya bisa langsung bilang ke pak supir kemana tujuan saya dan beliau langsung antar. (mungkin karena penumpangnya cuma saya dan teman).

Halte Si Thole

Harga tiket si Thole untuk 1 kali pemberhentian adalah Rp. 5,000. Untuk lebih hemat, pengunjung dapat membeli tiket terusan Rp. 10,000 untuk 3 pemberhentian. Supir-supir yang mengendarai Si Thole ini juga menggunakan baju lurik khas Yogya loh. Shuttle Wisata Si Thole ini bisa jadi salah satu opsi lain berkendara kalian jika ingin jalan-jalan di daerah wisata di Yogya loh. Apabila kondisi sedang hujan ataupun panas terik, Si Thole bisa jadi salah satu pilihan yang menarik buat turis, saya sendiri sih lebih suka naik becak sebenarnya.
Tiket terusan Si Thole

Gimana? Mau coba ikutan kenalan sama Si Thole juga? 

Follow juga akun twitter @geretkoper dan akun Instagram @meidianakusuma untuk info terbaru dan foto-foto seru selama perjalanan.

25 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Berkunjung ke Museum Anak Kolong Tangga, Yogyakarta

11:00 AM Meidiana Kusuma 14 Comments


"Eh kamu mau ke mana, Mei?"
"Ke Museum yang dibelakang Taman Pintar situ"
"Lah ada Museum emangnya?"
"Setauku ada, dulu ada yang ngasih tau, namanya Museum Anak Kolong Tangga, ke situ yuk!"

Berkat bantuan google maps, akhirnya sampai juga saya di sebuah bangunan yang terletak di belakang Taman Pintar Yogya dan berada persis di Gedung Taman Budaya. Sedihnya, keadaan gedung taman budaya tersebutpun sudah banyak yang rusak. Mulai dari penampakan langit-langit yang bocor, ubin tangga yang retak dan cat dinding yang terkelupas. Palang tanda Taman Budaya memang terlihat jelas di belokan jalan Panembahan Senopati menuju jalan Sriwedari namun tidak ada petunjuk apa-apa lagi setelah berbelok. Saya dan Emi (teman baru yang sekamar dengan saya di Edu Hostel) sampai ragu untuk masuk ke dalam.

14 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Cuca Flavor, Jimbaran Bali

6:00 AM Meidiana Kusuma 12 Comments


What's Tapas? actually Tapas are variety of appatizers or snack in Spanish cuisine. "So? I'm gonna try Spanish food?" asked me to Sharon very enthusiast. "yes, Spanish Snacks" she replied. We got lost first before finally found Cuca Restaurant in Jimbaran, Bali. After we entered the front door, We greeted by a huge garden with greenery and garden lounge for outdoor dining area. I wonder it will be so romantic and perfect for couple during dinner time. 

I found Cuca has a simple and humble exterior and interior with green and orange colors domination. Its Indoor dining area is spacious with glass on their both side, makes this area really bright during daylight. Cuca also has curtain to cover each seating area to get private dining. 




Cuca's food made exclusively from the best and freshest Indonesia local ingredients. Well...well.. this what we called East meets West. Tapas categories in Cuca divided into 3 different types, Harvested, Hooked and Farmed.
Cotton Betutu

This Cotton Betutu actually was a free complimentary from Cuca, it tasted so light just like cotton candy, but with savory flavor.

Baked Scallop

No, you may not focus yourself to the stones LOL, those were just for food presentation. Cuca's Baked Scallop is Lombok scallops combine with mashed cauliflower and toasted butter crust. I can taste its complicated seasonings in just one bite. (and yes, one bite is NEVER enough)

Cuban Corn

Meat & Potatoes

This simple Cuban Corn was Sharon's favorite dish, it consist of grilled baby corn, young parmesan, fresh lime and parsley. Meanwhile, Meat & Potatoes is beef and mushroom rogut with whipped potato, red wine marmalade. This one was my favorite dish, its whipped potato was so light, beef was soo tender, I even didn't have to chew it. 

Crispy Chicken Fried

This menu smell just like one of our biggest chicken fried fast-food menu, and it turned out inspired by it and tasted like one. I guessed, they were used chicken oyster part for this crispy chicken fried. This menu served along with country coleslaw, sesame dust and asian basil. 

Well now, let's continue to d-e-s-s-e-r-t-s or I better called it heaven LOL. At first I was so confused when waiter come to our table and put a bowl with sunny side up-look dish. It turned out one of their famous and most favorite dessert called Bali Breakfast. With sweet runny mango, frozen passion fruit and whipped coconut. It was a stunning and mind blowing dessert, Cuca's staff reminded us not to pour it together but directly spooned from top to the bottom to get the best flavor result. I owed a big thanks to her. Another dessert served for us was Strawberry Cloud Cake, this menu has so much components on its serving plate, freshly baked sponge cake, pandan gelato, dry sliced strawberry, peanut powder and berry cream. Again, for better flavor result, we have to put all of the components into one bite size, and voila it really better than its separated flavor.

 Bali Breakfast

 Strawberry Cloud Cake

For drinks, Sharon and Gabby ordered cocktails which I can't drink it, but I took a picture of it happily. Look at those colorful ice cubes, aakkk I really wanted to smash it to pieces and eat by myself. I ordered Rosella Infusion, it has sour flavor and perfect for a sunny day like that day.

 Moon-gria Cocktail

 Sun-gria Cocktail

 Rosella Infusion

On my next visit to Bali, I will happily visit this restaurant again. 

Cuca
Tapas|Cocktails|Desserts
Jalan Yoga Perkanthi
Jimbaran - Bali
Website | Instagram | Facebook | Twitter

*reblog post, previously I posted it on makancentil.blogspot.com*

12 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Penang Trishaw Entourage - Jakarta

9:11 PM Meidiana Kusuma 8 Comments


Apa itu Trishaw? 


Hayo ada yang tau ga? Itu loh, kendaraan roda tiga yang pengemudinya ada di belakang atau mungkin lebih kalian kenal dengan sebutan becak di Indonesia. Sebenarnya di Indonesia sendiri becak juga banyak macamnya. Becak yang biasa beroperasi di Jakarta ternyata mempunyai spesifikasi yang sedikit berbeda dengan becak-becak di tempat lain. Saya pernah lihat bermacam-macam becak di Indonesia yang dipamerkan di Museum Angkut, Batu. 

Becak-becak yang dipamerkan di Museum Angkut

Nah bagaimana dengan becak di Malaysia? saya sendiri sih belum pernah coba naik becak/beca selama trip di Malaysia, namun saya pernah ketemu becak warna-warni penuh hiasan dan memasang musik kencang-kencang untuk menarik perhatian. Ternyata becak di Melaka, lokasi pengemudinya berada di samping kanan penumpang.

Becak di Melaka

Trishaw yang biasa beroperasi di Penang bentuknya hampir serupa dengan becak yang biasa kita temui di Indonesia, pengemudinya berada di belakang. Hampir sebagian besar becak yang pernah saya temui di jalanan sekita George Town memiliki payung yang berfungsi untuk melindungi supir becak dari panas dan hujan. 

Buat yang penasaran seperti apa bentuk becak di Penang dan ingin mengetahui cerita dibalik Penang Trishaw ini, ga perlu jauh-jauh ke Penang loh. Minggu depan atau tepatnya tanggal 14 - 16 Agustus 2015, Penang Global Tourism bekerja sama dengan Gandaria City mengadakan acara seru bertajuk Penang Trishaw Entourage

Sebelum mengunjungi Jakarta, acara serupa sudah pernah digelar di Hong Kong pada bulan Juni dan di Singapura pada bulan Juli yang lalu. Di acara tersebut, tidak hanya becak Penang saja yang dipamerkan, tapi banyak juga booth yang memamerkan potensi wisata di Penang. Mulai dari Street artnya, Booth Penang Hop On Hop Off, Booth oleh-oleh khas Penang hingga booth operator tur yang menawarkan paket-paket menarik ke Penang.

Yang menarik, selama acara berlangsung akan diadakan lomba photo berhadiah menginap gratis selama 4 malam di Penang lengkap dengan tiket pesawat untuk 2 orang pemenang. Sounds Interesting, right?



Jadi minggu depan bisa dong bantuin like foto saya, siapa tahu kan saya bisa menang dan jalan-jalan ke Penang lagi *ihh ngarep* *tapi kalo pada mau sumbang aminn kenceng-kenceng juga boleh kok*

Meet up di Gandaria City minggu depan yuk :)

8 comments:

Thank you for leaving a comment :)

Gyros Alley, Panglima Polim Jakarta

7:35 AM Meidiana Kusuma 15 Comments


On my previous posts, I have shared with you about my culinary experiences on Lebanese food, American Grill BBQ, Japanese Deep fried skewers, many great Indonesian Local Food and restaurant hopping in several cities of Indonesia. Now I'm taking you to Southern Europe via this culinary experience at Gyros Alley. 


pic taken by kak Vira

Gyros Alley's blue door had caught my attention previously when I was passing and it instantly reminded me of the famous blue and white Santorini's buildings (though actually I haven't visited Greece yet, LOL). You can also find a piece of Greece inside the restaurant. My favorite was the mural on the lower level. 




It was my first time eating Greek food. Some of my friends said that Greek food has so much in common with Lebanese and Turkish food, from its Baklava, Falafel, Fatayer, Kebab and many more. Well, in Greek cuisine this "kebab" menu is called Gyro or Gyros, which is the main menu of this restaurant. Gyros Alley is located on Panglima Polim Area, South of Jakarta. This area is known for its restaurants where young people hang out, from Mexican, Japanese, Korean, Spanish, Italian up to this new Greek restaurant. I came to Gyros Alley with my fellow bloggers to attend a travel blogger break-fasting event.

Let's try GREEK Food at Gyros Alley. 


As appetizer, I was tried Falafel, Calamari Rings and Spinakopita. Falafel is fritter balls of chickpeas and herbs, while Spinakopita is fried triangle-shaped pastry with spinach and feta cheese filling. These appetizers were served with green mixed veggies and Tzaziki, dipping sauce made of yoghurt with cucumber and garlic puree (on Turkish cuisine it's called Cacik). 

Falafel

For main course, I was tried their Beef Mousaka and Gyros Souvlaki Chicken. Greek Beef Mousaka is an oven-baked layer dish consists of ground meat & eggplant casserole with savory custard on top. It has a similar taste with Lasagna and this one is my favorite. It's a little bit different with Beef Mousaka that I tried previously in Arabian Food. The Arabian Beef Mousaka did not have eggplant in it. Gyros Chicken (kebab-like) is a charcoal roasted chicken with Tzaziki sauce, tomato and onion wrapped in Pita Bread. Gyros Alley serves 3 choice of Gyros; Lamb, Chicken and Vegetarian. For Lamb Gyros/Kebab, they use young lamb (I forgot how young specifically, will update on it soon) and grill it for hours. No wonder the meat was so tender. 

Beef Mousaka

Gyros Souvlaki Chicken

Gyros Platter Chicken

For the drink, I ordered Iced Lychee Tea and Gyros Alley's healthy juice in a bottle. I chose the Pure Orange one. You might want to try Gyros' other healthy juices with some unique names like Zeus Lightning Bolts (starfruit, orange, cucumber, pineapple), As The Story Goes (watermelon, mint, apple), Magical Green (green kale, pineapple, cucumber, pak choy) and Cassandra Potions (watermelon, strawberry, pineapple). 


Pure Orange

Actually their special drinks are Lassi and Kombucha, unfortunately I haven't tried any of those. Lassi is a traditional yoghurt-based drink. What makes Gyros Alley's Lassi special is that? it's made of Homemade Kefir, not the regular yoghurt. I can't wait for another visit to Gyros Alley to try these drinks.

Do you wanna try Greek food without leaving Jakarta? Please come to Gyros Alley

*Most of the pictures taken by Tama

Jl. Panglima Polim IX no 8
Jakarta Selatan

15 comments:

Thank you for leaving a comment :)