Saturday, September 3, 2016

Tinggal di Australia setelah WHV? Kenapa engga


Setelah beberapa bulan tinggal di negeri Kangguru ini, ada beberapa teman yang bertanya tentang apa yang akan saya lakukan setelah selesai misi satu tahun di Australia. Kalo boleh jujur, semenjak memutuskan untuk apply work and holiday visa (WHV) di Australia, blasss resolusi 5 sampai 10 tahun ke depan langsung berubah. Yang awalnya sempat berfikir untuk stay di karir lama, akhirnya sekarang jadi perjalanan tanpa ujung yang amat sangat tidak bisa saya prediksi, bahasa kerennya go with the flow *tssaaaah*. 

Tinggal di Australia ternyata banyak mengubah hidup saya, mulai dari pola berfikir, gaya hidup, kebiasaan hingga tata krama. Iyah, tata krama aja sampe berubah saking lebih sering ketemu orang yang super sopan di sini. Lalu jika ditanya tahun depan mau ke mana? apa masih mau tinggal di Australia? jawaban saya mungkin masih antara iya dan tidak.

Iya mau (pastinya), karena selain taraf hidup yang lebih baik banyaknya jenis pekerjaan dan kesetaraan pola kehidupan membuat saya selalu belajar untuk menghormati orang lain terlepas dari apa latar belakang dan pekerjaannya. Tapi sepertinya saya sendiri masih tidak mau untuk tinggal terlalu lama di Australia jika, pekerjaan yang saya miliki masih "kasar" istilahnya. Karena selain ga yakin juga bisa kuat sampai kapan kerja kayak gini, ujung-ujungnya saya merasa sayang juga sama kemampuan lain yang saya miliki. 

Sayanya juga masih terlalu cinta sama Indonesia dengan berjuta-juta macam budaya, makanan dan tempat wisata seru. Jadi kalopun nanti dapat kesempatan tinggal di negara lain lagi, aku hanya pergi untuk sementara ~~~ aku pasti kembaliii~~ *pake lagu Aku pasti kembalinya PASTO*

Lalu bagaimana kesempatan untuk tinggal di Australia setelah WHV?
Ada beberapa cara untuk kembali lagi tinggal dan bekerja di Australia setelah WHV diantaranya;

Lanjut sekolah

Panorama view bagian dalam Notredame Univeristy

 Salah stau gedung unik di wilayah University of Technology Sydney

Dari dulu memang sempat terlintas untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, di Sydney sendiri ada beberapa kampus yang terkenal negri yang terkenal karena kualitas pendidikannya. Tapi tau kan kamu biaya kuliah untuk International Student tiga kali lipat dari harga murid lokalnya? Jadi sebagai gambaran, kira-kira biaya S2 di University of Sydney untuk domestic student per tahunnya sekitar A$13,500 sedangkan untuk International Student sekitar A$31,500 (info ini untuk jurusan komunikasi). Gilaa jomplang banget kan harganya, jadi mungkin untuk saya satu-satunya cara untuk lanjut kuliah di sini adalah mencari beasiswa dulu dari Indonesia. Ah iya, jika kedepannya memang berencana untuk menjadi permanent resident di Australia, bisa juga untuk cek list kesempatan mendapatkan PR dari skill. Biasanya setiap setahun sekali, pemerintah negara bagian setempat memiliki list-list pekerjaannya. 

Ada beberapa juga yang memilih untuk ngambil vocational school seperti cookery, Aged care, child care dengan pertimbangan skill-skill tersebut lebih banyak dicari di Australia plus ada kesempatan untuk apply PR juga nantinya. Vocational school juga biaya sekolahnya lebih murah ketimbang Bachelor atau Master degree. Ada beberapa vocational school yang jam masuk kuliahnya hanya 1 atau 2 hari dalam seminggu jadinya waktu kosong untuk cari kerja sampingan lebih banyak (dan diimbangi dengan tugas kuliah yg numpuk juga pastinya).

Lanjut kerja

Salah satu oportuniti lain adalah penggantian visa ke visa kerja. Banyak kok teman-teman WHV yang beruntung bisa lanjut kerja dengan Visa kerja 457 dari pekerjaan mereka sebelumnya dan malah tidak sedikit yang mendapatkan jenis pekerjaan sesuai dengan passion mereka. Namun hal yang satu ini agak sulit buat saya karena kesalahan saya setelah lulus kuliah yang langsung terjun bebas ke bidang pekerjaan lain (bukan bidang yang saya tekuni sebelumnya). Oportuniti untuk anak-anak IT bekerja di Australia cukup tinggi loh, namun sulitnya kalian harus berkompetisi dengan para job hunter di dunia IT dari negara tetangga seperti India dan Malaysia.

Lanjut nikah 

Ada juga yang beruntung mendapatkan pasangan hidup yang kebetulan warga negara Australia atau permanent resident di sini. Sebenarnya memang seru sih membangun keluarga di Australia, secara taraf kehidupannya juga bagus, tapi ahhh sudahlah, *lalu ga dibahas lebih lanjut, *lalu ganti topik pembicaraan.

Jadi gimana teman-teman yang saat ini lagi dan sudah selesai WHV, lanjut lagi di Australia ga nih?

Baca juga cerita teman-teman lain:
Efi - Australia, antara "ya" dan "tidak"
Hilal - Sapa Suruh Datang Australia
Irham - Thank you Renmark, Good Bye Australia! Bhay!

8 comments:

  1. yang terakhir semacam bikin baper gitu ya kak Mei..
    wkwkwkwkwk..

    ReplyDelete
  2. Bisa ngerti kok mei alasan2nya :). aku jg kalo jd kamu pasti males balik juga sbnrnya..secara ya, kerja kasar aja udh lumayan yg didapet.. tp memang sih kalo utk jangka pjg rada mikir2 dulu.. Berat sih ya ninggalin negara yg di mana2 udh teratur, bersih, transport oke, balik ke negara sendiri yg msh hrs berjuang utk bisa setaraf itu :D..

    Moga2 ntr apapun keputusannya kalo udh berakhir WHV nya, itu yg terbaik utk kamu yaaa ^o^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn aminnn, aku lagi berpikir keras memutuskan nih kakk ahhahaha

      Delete
  3. Lanjutkan Mei:) Biar aku kesana masih ada dirimu..

    ReplyDelete

Thank you for comment :)