Brunch di Tiong Bahru Bakery - Singapore

, , 4 comments


Perjalanan ke Singapura bulan Januari lalu sebenarnya boleh dibilang dadakan dan penuh ketidaksiapan (bahasa apa ini?). Tiket pesawatnya dibeli satu bulan sebelumnya dan jujur hingga h-1 sebelum berangkat saya masih belum punya list tempat yang mau dikunjungi selain ke S.E.A Aquarium gara-gara penasaran sama Pokemon Research Centernya. Lucky me, teman sewaktu kuliah yang kurang lebih udah 6 tahun tinggal di Singapura bisa nemenin muter-muter kota di akhir pekan. Akhirnya secara dadakan juga kita mutusin untuk mampir ke daerah Tiong Bahru.

Kanopi hijaunya dijadiin patokan ya

Ada indoor dan outdoor seating

Pas banget lagi ada menu special dalam rangka lunar new year

Jam 9 pagi udah duduk cantik di bus arah ke Tiong Bahru plaza menuju meeting point kami di halte bus sebrang plazanya. Rencananya, hari itu kami memang ingin jalan-jalan di sekitar Tiong Bahru mulai dari Books Actually, Woods in the books, Plain Vanilla, Tiong Bahru market lalu berakhir di Tiong Bahru bakery. Bakery shop ini buka dari pukul 8 pagi hingga 8 malam dan selalu ramai pengunjung, terutama di pagi hingga waktu makan siang. Selain roti dan kue, tempat ini juga menjual makanan cukup 'berat' seperti beberapa varian burger, sandwich, rice bowl dan fritters. 

 I can smell fresh baked pastry inside the store

 Kalo ke sini lagi, mau cobain eclairnya ah

  Kesukaan aku Pain Au Chocolat dan Almond Croissant

Sewaktu sampai di Tiong Bahru Bakery kami harus sedikit menunggu sampai giliran kami tiba, yess pagi-pagi pun pine upnya udah lumayan panjang. Wangi roti yang baru keluar panggangan membuat saya ga sabaran untuk buru-buru makan. Ketika nama kami dipanggil, seorang staff menunjuk ke meja tempat kami duduk dan kemudian kamipun mulai mengantri untuk memilih menu. Iyess, di sini dapat tempat duduk dulu baru pilih kue atau rotinya di konter. Deretan pastry dan kue yang di pajang variatif banget, mulai dari plain croissant, pain au chocolate, almond croissant, green tea croissant, cinnamon roll, scone, sandwich, burger hingga kue-kue cantik seperti tarlet dan eclairs.

Berhubung agak lapar, akhirnya kami berdua memesan 3 pastry yaitu raisin scone, raisin cinnamon roll dan almond croissant (this one is my favorite). Seperti biasa, saya meminta croissantnya dihangatkan di oven kembali, yes this is how I eat my croissant.  

Kalian juga bisa pesan minuman seperti kopi, teh dan jus di Tiong Bahru bakery atau jika ingin air mineral, bisa dengan mudah kalian ambil di meja condiment lengkap dengan selai dan butter untuk pastry dan rotinya.

Raisin sconenya tidka terlalu manis sehingga cocok jika ingin ditambahkan selai. Cinnamon rollnya juga perfectly baked, glazynya bikin makin cantik dan rasa manisnya pas. Sedangkan buat saya Almon Croissantnya Star of the day banget, untung saya sempat minta direheat dulu sebelum disajikan, so it became fluffy on the inside and crunchy on the outside, not to mention the generous amount of almond slices.

Overall, I really love the place and the food, perfect for breakfast and brunch. Saya yakin bakalan balik lagi ke sini karena Almond Croissantnya emang juara banget dan hingga artikel ini saya tulis masih aja kebayang-bayang (duh jadi kepingin).

Here's our table situation, raisin scone, raisin cinnamon roll and almond croissant

Aku jatuh cinta sama front page websitenya Tiong Bahru Bakery

Tiong Bahru Bakery
56 Eng Hoon Street, Tiong Bahru
Singapore

4 comments:

  1. Paling sukaaaaa bngt kalo udh ke bakery. Nyium wangi roti yg baru kluar dr oven, duuuh heaven bgt ya mei :p. Makanya tiap ke medan, aku slalu betah duduk lama di bakerynya papa :D. Ato lama2 di dapurnya hahahahaha.. Biasanya minta roti yg baru mateng, dan blm ditag price :D. Makanya aku suka ke banyak toko bakery mei, sekalian mau liat, apa ada yg bgs yg bisa ditiru utk bakery papa di medan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku awalnya mau ke bakery lawas gitu di daerah Balestier kalo ga salah tapi waktu itu kelupaan pas di sana kak hahahahahha

      Ingetnya pas udah mau balik ke Jakarta *omaygaat*
      biasanya toko roti yg udah dari jaman dulu itu proses bakenya masih tradisional dan rotinya juga lebih otentik yah, duhhh beneran nyesel deh ga ke Balestier. *sodorin freshly baked croissant*

      Delete

Thank you for leaving a comment :)