5 Lighthouses to Visit in Sydney

by - 11:52 AM

Di beberapa social media pribadi saya, jika beberapa dari kalian ada yang follow social media saya, mungkin pernah beberapa kali saya share tentang bagaimana saya bahagia dan amat terbantu dengan transportasi di Sydney yang sungguh reliable. Well, gimana engga? jadwal bisa dicek di apps, tujuan tiap bus titik berhenti bisa dicek di apps, historikal penggunaan kartu opal bisa dicek, dan yang paling terpenting dari itu semua sebenarnya adalah jangkauan dari transportasinya. Sebagian besar objek wisata di Sydney dan sekitar dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi umum, mulai dari bis, kapal feri, tram, hingga kereta. Sebagai salah satu yang beruntung bisa merasakan tinggal di daerah ini selama setahun, hal tersebut tentunya banyak membantu saya mengunjungi tempat-tempat seru.

Selain ke objek-objek wisata utama Sydney, tempat lain yang juga ga kalah menarik untuk dikunjungi adalah mercusuar atau lighthouse yang cukup banyak tersebar di negara bagian New South Wales terutama di sekitar Sydney. Berikut ini beberapa mercusuar/ lighthouse yang bisa kalian kunjungi saat berkunjung ke Sydney, Australia.

Hornby Lighthouse

Mercusuar Hornby ini sebenarnya adalah mercusuar pertama yang saya ingin kunjungi dari daftar mercusuar lain yang saya miliki. Kenapa? karena warna mercusuar ini beda dibandingkan dengan yang lain. Umumnya lighthouse yang saya ketahui berwarna putih, misalnya seperti mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung. Namun Hornby ini beda, warnanya merah dan putih dan percaya apa engga waktu pertama kali saya lihat mercusuar ini mengingatkan saya dengan tenda sirkus.

Meskipun ini merupakan mercusuar pertama yang sedari awal ingin saya kunjungi di Sydney, kenyataannya saya malah baru ke sini di bulan ke tujuh saya tinggal di Sydney. Padahal untuk menuju ke tempat ini tidak sulit bahkan ada dua jenis transportasi umum yaitu kapal feri dan bis yang bisa mengantar kalian ke lokasi terdekat dan kemudian disambung dengan trekking ke puncak. Kalo dibandingkan dengan mercusuar yang lain, Hornby lighthouse ini jauh lebih pendek yang ternyata memang sengaja dibuat seperti itu karena letak si mercusuar yang sudah tinggi di atas bukit. Hornby lighthouse ini terletak di Watsons Bay dan masih di dalam area Sydney Harbour National Park.

2. Barrenjoey Lighthouse

Sama seperti Hornby, tinggi mercusuar Barrenjoey juga tidak seperti mercusuar kebanyakan. Lagi-lagi karena letak si mercusuar ini yang sudah di atas bukit, bahkan sepertinya bukitnya lebih tinggi dari tempat mercusuar Hornby berada. Perjalanan menuju Palm Beach, tempat di mana mercusuar ini berada juga lumayan jauh dan harus saya tempuh kurang lebih 2 jam setengah dari Sydney CBD dengan menggunakan bis. 2 jam perjalanan tersebut murni karena jaraknya yang jauh bukan karena macet di jalan loh, kebayang capenya deh melihat supir bis yang ga kunjung berhenti, hahahaha. 

Trekking menuju Barrenjoey lighthouse menurut saya juga termasuk menantang karena di beberapa titik akan ada path dengan sudut kemiringan hingga 50 derajat. Menyerah di tengah jalan? please jangan karena trust me semua perjuangannya akan terbayar begitu kalian sampai di atas dan melihat keindahan dari atas Barrenjoey Head. Bahkan menurut informasi ada salah satu sudut Barrenjoey head yang biasa digunakan pengunjung untuk melihat paus saat masanya migrasi *kayaknya pas musim dingin deh*. Ah iya, ternyata bangunan mercusuar yang ada saat ini sudah "dipindahkan" beberapa meter dari letak awalnya.


3. Kiama Lighthouse

Mercusuar yang satu ini terletak di sebelah selatan Sydney dan dapat ditempuh dengan kereta ekspres ke Kiama sekitar 3 jam dari Central station. Objek wisata utama di Kiama sebenarnya bukan mercusuar ini, melainkan Kiama Blow hole yang ada lebih ujung dari letak mercusuarnya, but you surely won't miss this building. 

Nah mercusuar yang ini baru nih warnanya putih seperti mercusuar kebanyakan, beberapa mercusuar ada jam buka untuk guided tournya tapi kurang ngeh sama yang satu ini sih mungkin karena kemarin mampir ke Kiama emang bukan ke sini tujuan utamanya. Would you believe me jika waktu itu kami menempuh jarak ratusan kilometer ke Kiama untuk beli Pizza, duduk di rerumputan sambil makan pizzanya lalu menuju Kiama Blow hole buat foto-foto dan langsung bergegas kembali ke stasiun untuk mengejar kereta ke Sydney supaya ga kemaleman?. ahhahah this is how I spent my random free day in Sydney with fellow Sydneysiders.


4. Macquaire Lighthouse
 Bangunan bawah mercusuar berbentuk persegi panjang

Satu lagi mercusuar yang lokasinya ternyata ga terlalu jauh dari Hornby lighthouse cuma sekitar 3 kilometer. Terletak di Vaucluse, mercusuar ini menjadi mercusuar pertama yang saya kunjungi dengan hanya menggunakan bis dan jarak dari halte bis ke mercusuarnya deket banget, ga pake jalan jauh dan cape. Lokasinya juga berada di kawasan elite Vaucluse, hanya tinggal menyebrang jalan aja udah sampe ke rumah warga. Ada yang menarik nih sama bangunannya Macquaire Lighthouse, di saat beberapa mercusuar lain bentuk bangunannya tinggi seperti tabung hingga ke bawah, Macquaire Lighthouse memiliki lantai dasar yang berbentuk persegi panjang seperti rumah namun tetap memiliki menara.

Jika dilihat dari kejauhan, tetap tampak seperti bangunan mercusuar lain

Ada yang berbeda dari beberapa tempat mercusuar lain, sedikit ke arah utara dari mercusuar ini kalian bisa menemukan tebing yang dikelilingi oleh pagar pembatas. Di sekitaran pagar pembatas banyak ditempel plat bertuliskan nomor lifeline hingga tulisan kutipan kalimat inspirasi penyemangat hidup. Ada teman yang cerita di sekitar tempat tersebut hingga ke tebing di dekat Watsons bay memang terkenal sebagai tebing jadi sering dijadikan tempat untuk terjun bebas (bunuh diri) di Sydney, ihh kok syereemm. 
 
5. Fort Denison Lighthouse

Karena letaknya yang berada di sebuah pulau sepertinya ini jadi satu-satunya mercusuar yang tidak benar-benar saya kunjungi hanya saya lewati saat sedang berada di atas kapal feri. Bukan tidak mungkin sih untuk menginjakkan kaki ke Fort Denison karena memang ada beberapa acara khusus yang digelar di Fort Denison. Sedangkan untuk kunjungan umumnya, Fort Denison hanya bisa dikunjungi oleh para peserta Captain Cook Cruise yang berangkat dari Circular Quay Ferry terminal atau mereka yang sudah reservasi untuk bersantap di restoran yang ada di Fort Denison ini. 

Jika melihat di asal usul rocky island ini, Fort Denison pernah memegang peranan penting seperti stasiun pengecekan ombak dan cuaca, sebagai salah satu petunjuk navigasi hingga sebagai salah satu bangunan pertahanan. Saat ini, Fort Denison selain memiliki sebuah restoran juga dapat di booked untuk acar tertentu dan memiliki sebuah museum.

You May Also Like

6 comments

  1. Duh.. gue juga pengagum lighthouse haha entah kenapa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. di US banyak lighthouse ga sih Feb? ayo dong sharee

      Delete
  2. Kak di Jambi juga ada yang mirip2 lighthouse kak. Menara air! Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhh aku ga diajakin tapi kemarin ke sana huhhhh

      Delete
  3. Kalo udah ngomongin lighthouse itu saya mesti kebawa kenangan ke buku-bukunya 5 sekawan, biasanya petualangan mereka melibatkan lighthouse, dan saya dari kecil suka ngebayangin pengen nyoba masuk-masuk ke atas hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyahh kalo di Indonesia aku psti masuk-masuk ke mercusuarnya deh, kayak yg di pulau lengkuas, di Sydney ada jam operasionalnya dan harus ada tur guidenya :( udah gitu jamnya ga fleksibel :(( jadi ga pernah masuk deh

      Delete

Thank you for leaving a comment :)

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)